Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN warga Nahdliyin, Gusdurian, dan komunitas warga melangsungkan Kirab Kebangsaan dalam rangka Haul ke-9 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Kota Surakarta, Jawa Tengah, kemarin.
Kirab bertema Sejuta warna satu Indonesia itu dilepas oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan putri Gus Dur, Zannubah Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid, dari depan Stadion Manahan.
Rombongan kirab dikepalai oleh pembawa replika Garuda Pancasila. Disusul barisan pembawa bendera Merah Putih, santri, pagar nusa, serta liong dan barongsai dari komunitas Tionghoa.
Kirab yang berlangsung di bawah guyuran hujan itu seolah ingin menggambarkan sosok Gus Dur yang sangat menghargai perbedaan, sekaligus memupuk nasionalisme dan patriotisme.
Yenny Wahid tampak begitu terharu demi melihat betapa ribuan orang dari berbagai elemen dengan sukacita mengikuti kirab itu. Begitu pula dengan warga yang menyaksikannya di sepanjang perjalanan menuju Stadion Sriwedari.
"Saya terharu sekali melihatnya. Saya mengapresiasi peserta dan juga Pemkot Solo yang ikut berpartisipasi dalam Haul ke-9 Gus Dur ini," katanya.
Dalam acara itu Yenny Wahid berpidato dalam acara haul mewakili keluarga Gus Dur. "Semua menyimpulkan dimensi dari Gus Dur memang multidimensi," kata Yenny Wahid.
Semua hal sekarang ini, kata Yenny, dikaitkan dengan politik. Namun, dia melihat yang dibangun dari acara haul Gus Dur ini, temanya persoalan kebinekaan, penghargaan terhadap kebinekaan, dan perbedaan di tengah masyarakat.
Akan tetapi, lanjut dia, segala berbeda itu tidak boleh menyurutkan niat masyarakat untuk bersatu sebagai bangsa dan negara. "Jadi, saya melihat hal ini sebuah tema yang relevan, mengingat di banyak negara justru masyarakatnya terkotak-kotak, terpecah belah," tegasnya.
Haul tersebut dihadiri Mahfud MD yang memberikan testimoni tentang sosok Gus Dur dan KH Mustofa Bisri yang memimpin pengajian.
Dari Yogyakarta, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, percaya jika ayahnya masih hidup, akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu presiden pada April mendatang.
Alissa yang hadir dalam diskusi Haul Gus Dur dengan tema Ziarah pemikiran Gus Dur menambahkan, dalam pilpres mendatang mengajak masyarakat untuk tidak golput.
Pada kesempatan itu, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM,
Beka Ulung Hapsara, menyebutkan persoalan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia akan semakin berat dan rumit sebab masyarakat ikut terlibat sebagai aktor dan negara ikut memfasilitasi lahirnya perlakukan diskriminatif di daerah.
"Indonesia butuh sosok Gus Dur baru untuk mengatasinya," tegasnya. (FR/FU/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved