Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA pohon sudah memiliki lingkar batang 80 cm, penebangan sudah bisa dilakukan. Hal ini pula yang berlaku di hutan rakyat yang dikelola Koperasi Wana Lestari Menoreh (KWLM) di Desa Banjarsari, Kulon Progo, Yogyakarta.
Meski begitu, para petani kayu di hutan seluas sekitar 800 ha tersebut tidak sedikit yang membawa pula tiga bibit pohon baru setiap kali menebang pohonnya. Bibit ditanam sebagai pengganti pohon yang ditebang.
Bukan sekadar kesukarelaan, melainkan bagian dari prinsip pengelolaan hutan sesuai dengan sertifikasi FSC Forest Management dari Forest Stewardship Council (FSC).
Berdiri pada 1993, FSC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mengusung praktik pengelolaan hutan yang lestari dan bertanggung jawab. Sertifikasi FSC menjadi syarat yang ditetapkan banyak negara ataupun pasar internasional untuk menerima produk dengan material yang berasal dari hutan.
Penerapan penanaman tiga bibit baru sebagai ganti pohon yang ditebang ditunjukkan pula kepada rombongan jurnalis yang dalam kunjungan yang diselenggarakan PT Sosial Bisnis Indonesia (SOBI) dan Tetra Pak pada Kamis (21/2). PT SOBI merupakan mitra KWLM dapat menerapkan prinsip-prinsip sertifikasi FSC.
Hutan rakyat KWLM mendapat sertifikasi FSC Forest Management sejak 2017. Seritifikasi itu sebagai bagian untuk memenuhi persyaratan pembelian oleh SOBI.
Di lokasi hutan KWLM, sebelum ditebang, pohon dianalisis lagi untuk memastikan kelayakan. Setelah itu batang-batang pohon dipangkas sebelum akhirnya penebangan dilakukan.
Kepala Cabang PT SOBI, Joko Setiyono, menjelaskan dengan sertifikasi FSC Forest Managment, harga jual kayu pun menjadi lebih tinggi. "Yang pasti harga jual batang pohon besertifikat SFC lebih tinggi 15-30% dibanding yang tidak," tuturnya.
Sebagai gambaran, jika harga jual kayu dari pohon biasa dihargai sekitar Rp11 juta, dengan sertifikasi FSC dapat dijual dengan harga Rp13 juta. Pohon FSC dengan tingkat kelurusan dan kubikasi yang semakin baik, maka akan mendapat harga yang semakin tinggi.
Dengan harga itu pula, anggota KWLM tertarik menerapkan prinsip FSC. Kini, seluruh anggota KWLM yang berjumlah 1.500 orang telah seluruhnya bergabung dalam pengelolaan sesuai dengan sertifikasi FSC. Meski begitu, prinsip pengelolaan hutan sesuai dengan FSC bukan sekadar menanam tiga bibit pohon baru.
10 prinsip
Marketing and Communication Manager FSC Indra Setia Dewi menjelaskan ada 10 prinsip pengelolaan hutan yang harus dijalankan. "Beberapa di antaranya adalah memenuhi aturan hukum, hak kepemilikan dan pemanfaatan lahan dan tanggung jawabnya, hak masyarakat adat, hubungan masyarakat dan hak-hak pekerja, penilaian dan dampak lingkungan, perencanaan pengelolaan, pemantauan dan penilaian dampak pengelolaan, nilai konservasi tinggi hutan, dan pengelolaan hutan tanaman yang bertanggung jawab," tuturnya.
Sepuluh prinsip itu dijabarkan secara detail, termasuk di antaranya tidak mempergunakan pekerja berusia di bawah 17 tahun dan tidak adanya konflik dalam kepemilikan maupun pengelolaan hutan. Larangan lainnya ialah tidak memperbolehkan penebangan pohon yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan keharusan pemakaian pupuk organik. Ketua KWLM Sad Windratmo mengungkapkan jika sertifikasi yang mereka terima berlaku selama lima tahun dengan monitoring tahunan oleh FSC. Selain sertifikat FSC Forest Management (FM), ada juga sertifikat FCS Chain of Custody (COC). Kedua sertifikat itu untuk memastikan praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.
Indra Setia menjelaskan, pada 2018, lebih dari 200 juta hektare hutan di lebih dari 80 negara di seluruh dunia telah besertifikat FSC.
Sementara itu, di Indonesia saat ini sudah ada sekitar 3.000 ha hutan yang sudah tesertifikat SFC.
Sementara itu, terdapat 280 industri yang sudah mendapat sertifikasi FSC. Jumlah itu bertambah dari 140 industri pada 2014. Selain itu, ada 40 merek dagang di Indonesia yang saat ini juga memegang sertifikasi FSC. Salah satu perusahaan yang bekerja sama dan menggunakan bahan berlabel FSC ialah Tetra Pak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved