Jaga Perkembangan Kognitif Anak

Indriyani Astuti
23/2/2019 05:40
Jaga Perkembangan Kognitif Anak
(ilus)

DEFISIENSI atau kekurangan asam lemak esensial seperti omega 3 dan omega 6 berpengaruh pada gangguan perkembangan kognitif dan pengelihatan anak. Oleh karena itu, konsumsi asam lemak esensial itu sangat dianjurkan untuk bayi.

Prof Ahmad Sulaeman dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan omega 3 terdiri atas ALA, EPA, DHA, dan omega 6 asam linoleat. Jenis asam lemak tersebut tidak dapat disintesis oleh tubuh dan hanya bisa didapatkan dari makanan.

Asupan makanan yang kaya akan omega 3, antara lain ikan, sedangkan kandungan omega 6 banyak ditemukan pada kacang-kacangan, temasuk tempe. "Omega 3 sangat diperlukan dalam pembentukan janin, sebab DHA (yang ada dalam omega 3) berperan dalam pembentukan sistem saraf seperti retina dan otak," ujarnya dalam diskusi forum Ngobras bertajuk Kekurangan Omega-3 Pengaruhi Inteligensia Anak di Jakarta, kemarin.

Hal itu, ujarnya, dibuktikan melalui penelitian yang dipublikasikan dalam Pedicatrics edisi Agustus 2001, bahwa menambahkan DHA dan asam lemak omega lain bermanfaat bagi pengelihatan, pergerakan, dan perbendaharaan kata balita. Karena itulah, ujar Ahmad, konsumsi omega 3 sangat dianjurkan bagi bayi berusia di atas enam bulan.

Kebutuhan terhadap asupan asam lemak esensial semakin meningkat pada anak seiring usia. Bagi bayi berumur enam bulan asupan omega 3 dinilai cukup apabila mengonsumsinya 0,5 gram per hari. Sementara itu, kebutuhan omega 6 lebih tinggi lagi, yaitu 4,4 gram per hari.

Jumlah itu, menurutnya, masih dapat dipenuhi dari konsumsi air susu ibu (ASI). Namun, ketika kebutuhan omega 3 bertambah menjadi 0,7 gram dan omega 6 menjadi 7 gram per hari, ASI sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan bayi berusia di atas 6 bulan. Dengan demikian, bayi harus diberi makanan pendamping ASI kaya asam lemak esensial.

Pada kesempatan yang sama, dr Bernie Endyarni Medise dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menjelaskan, asupan omega 3 dan omega 6 sangat penting pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Pada 1.000 hari pertama kehidupan ialah saat bayi dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Menurutnya, masa itu merupakan periode emas bagi pertumbuhan anak sekaligus krusial jika tidak diberikan asupan nutrisi yang baik. "Pertumbuhan sel otak terjadi sangat cepat pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pembentukan sel-sel otak membutuhkan asam lemak esensial," ucapnya.

Ia mengungkapkan dampak dari kekurangan omega 3 dan 6 pada anak antara lain terganggunya pertumbuhan anak, gangguan imun mental, lemah, skin antrophy, kulit kering, gangguan pengelihatan, edema, moody, rewel, dan gangguan konsentrasi.

Ibu hamil

Selain dibutuhkan oleh bayi, omega 3 dan 6 juga diperlukan oleh perempuan usia subur dan ibu hamil. Ahmad menambahkan jurnal internasional The Lancet telah memublikasikan bahwa perempuan yang makan seafood selama kehamilan, dapat meningkatkan IQ bayi yang dikandungnya. Karena itu, ibu hamil disarankan mengonsumsi sumber makanan kaya DHA sebanyak 340 gram per minggu.

"Sayangnya di sejumlah daerah di Indonesia masih ada mitos bahwa ibu hamil dilarang makan ikan," ucapnya. (H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya