Sebagian Besar Anak Indonesia kekurangan DHA

Ghani Nurcahyadi
22/2/2019 17:17
Sebagian Besar Anak Indonesia kekurangan DHA
(Ist)

ASUPAN asam lemak esensial, seperti DHA dan Omega 3 menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan otak dan kemampuan belajar pada anak. Namun, asupan tersebut saat ini dinilai masih kurang.

Penelitian yang dilakukan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 oleh pakar gizi Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor menunjukkan, lebih dari 80% anak Indonesia kekurangan asupan DHA dan Omega 3.

"Sudah saatnya orang tua, keluarga dan seluruh pihak memberi perhatian pada masalah kekurangan DHA pada anak Indonesia melalui asupan makanan yang mengandung DHA dan omega 3 demi masa depan mereka," kata Prof Ahmad Sulaeman, guru besar bidang nutrisi IPB yang juga anggota penelitian itu dalam keterangan tertulisnya.

Secara lebih jelas, penelitian itu menunjukkan sebanyak 8 dari 10 anak usia 4-12 tahun di Indonesia mengalami kekurangan asupan DHA jika dibandingkan dengan acuan asupan DHA oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Hal itu berkelindan dengan hasil penelitian tentang efektifitas pendidikan sekolah dasar di Indonesia ternyata juga belum bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Baca juga : Enam Makanan Penghasil Omega-3

Kemampuan nalar siswa dinilai masih rendah, meski jam pelajaran SD di negeri ini lebih banyak dibanding negara lain. Fakta itu didapat sebagai Hasil Penilaian Pendidikan untuk Kebijakan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud, pada 14 Desember 2016.

Sebagai perbandingan, dalam satu tahun, Indonesia memberlakukan 1.095 jam pelajaran. Sedangkan Korea Selatan hanya 903 jam pelajaran per tahun.

"Di Jepang bahkan lebih sedikit, mereka hanya memberlakukan 712 jam pelajaran per tahun. Dan hasil penilaian pendidikan mereka berada di peringkat atas dunia," kata Sulaeman.

Ketua Umum Pergizipangan yang juga Rektor Universitas Sahid Hardinsyah mengatakan  DHA bersama kelompok asam lemak esensial yang lain memegang peranan penting bagi perkembangan otak anak.

"Defisit DHA bisa menyebabkan kerusakan syaraf. Kekurangan asupan asam lemak esensial DHA dapat menganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar pada anak-anak," tandasnya. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya