Puan Sebut Perempuan Masa Kini Lebih Berpeluang Jadi Pemimpin

Antara
22/2/2019 10:20
Puan Sebut Perempuan Masa Kini Lebih Berpeluang Jadi Pemimpin
( ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengatakan, wanita di era Presiden Joko Widodo memiliki peluang sebagai pemimpin baik di pemerintahan maupun perusahaan.

"Dari segi kepemimpinan wanita memiliki kemampuan yang setara dengan pria. Ini yang membuat Presiden menunjuk 9 dari 34 menterinya dari wanita (termasuk  Khofifah Indar Parawansa sebelum terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur)," kata Puan dalam bincang-bincang yang diselenggarakan wadah #inikerjaku di Jakarta, Kamis (21/2) malam.

Bincang-bincang yang diselenggarakan relawan milenial pendukung pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin bertemakan 'Human Development: Empowering Women In Today's Society' menghadirkan pembicara perempuan di antaranya pengusaha muda Helga Angelina, ahli kecantikan Anggie Raslsy, pilot pesawat udara Athira Farina, dan pembalap speed offroad Liana Jhonlin.

Puan mengaku tidak mudah menjabat sebagai menko mengingat selain dirinya paling muda di jajaran kabinet juga harus membawahi menteri teknis yang berarti harus menjalankan fungsi koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dengan baik.

"Kalau disebut masing-masing kementerian punya ego itu memang betul dan memang tidak mudah. Namun, itu menjadi tantangan agar kebijakan dapat terlaksana," ujar Puan.

Puan mengatakan dirinya punya cara agar dinamika yang terjadi cukup dalam ruang rapat untuk keluarnya tetap satu bahasa.

"Sesama menteri berantem karena mempertahankan argumennya masing-masing itu sudah biasa bagi saya," kata Puan.

Putri Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu mengatakan, meskipun perempuan memiliki karier namun tidak boleh melupakan kodratnya sebagai wanita yakni mencurahkan waktunya bagi suami dan anak-anak.

Puan mengakui dirinya senang berkunjung ke daerah-daerah termasuk ke wilayah Timur Indonesia seperti yang paling berkesan saat berkunjung ke Suku Asmat.

"Butuh waktu perjalanan ke sana selain menggunakan pesawat berbadan besar masih harus menyambung pesawat berbaling-baling dan kapal cepat untuk menuju lokasi," ujar dia.

Meskipun lelah dan menantang namun dengan melakukan perjalanan itu dirinya mengetahui permasalah yang ada di daerah.

Sedangkan Helga Angelina, pengusaha yang bergerak di bidang makanan sehat Burgreens Resto, menjelaskan, pemerintah saat ini banyak memberikan kemudahan dalam menjalankan bisnis termasuk dalam menjalin mitra luar negeri.

"Dia juga melihat saat ini peluang wanita untuk menempati posisi-posisi penting di perusahaan sangat besar," katanya.

Helga juga melihat dukungan Presiden Jokowi untuk memberdayakan start-up sangat besar salah satunya dengan masuknya Plug and Play perusahaan teknologi rintisan.

"Kita tentunya ingin adanya transfer pengetahuan dengan mengandeng perusahaan-perusahaan semacam itu," jelas Helga.

Hadir pada kesempatan itu, Anggie Rassly yang dikenal sebagai ahli kecantikan terutama dibidang sulam alis, serta Athira Farina dan Liana Jhonlin yang mengisahkan ketertarikan masing-masing terhadap pesawat udara dan balap offroad.

Sedangkan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Rosan Roeslani, yang juga pendiri #inikerjaku mengatakan hadirnya lima pembicara wanita untuk memberikan inspirasi bagi tim relawan terutama dari kalangan perempuan.

"Wadah ini sudah tujuh kali menggelar kegiatan yang diselenggarakan setiap Kamis malam dengan menghadirkan tokoh-tokoh terkenal, ditujukan untuk menggaet pemilih yang masih ragu (swing voter) untuk memberikan dukungan kepada Paslon nomor 01," ujarnya. (OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya