70% Perokok Kalangan Orang Miskin

MI/Bay/H-2
06/4/2015 00:00
70% Perokok Kalangan Orang Miskin
(FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
SEBANYAK 70% dari 61,4 juta perokok atau sekitar 43 juta perokok tergolong masyarakat miskin. Kondisi itu mengkhawatirkan karena yang mengonsumsi rokok tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak, remaja, dan mahasiswa. ''Itu artinya, rokok sudah mengancam bangsa ini. Seluruh elemen generasi muda Indonesia sudah distimulus jadi perokok melalui iklan dan kegiatan yang disponsori industri rokok,'' ujar Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi Hamid di Jakarta, kemarin.

Ancaman itu makin menjadi mengingat dari data yang diperoleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) pada 2013 itu, sekitar 14%-15% dari total 61,4 juta perokok aktif ialah anak-anak. ''Perguruan tinggi harus kritis atas ancaman produk tembakau ini,'' kata mantan Rektor UII Yogyakarta itu. Jika tidak dikritisi, kata dia, produksi rokok nasional pada 2014 bisa mencapai 360 miliar batang untuk 240 juta masyarakat Indonesia. ''Karena itu, melewati target road map industri yang hanya 260 miliar batang,'' tambah Edy.

Sebagai upaya mengkritisi itulah, pihaknya menggelar Anugerah Aptisi (Aptisi Award) Kampus tanpa Rokok (KTR). Pada penyerahan Aptisi Award yang disaksikan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Illah Sailah pekan lalu itu, ada lima universitas dinobatkan jadi model KTR, yaitu Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta, Universitas Saraswati Tabanan Bali, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Islam Riau, dan Universitas Bina Darma Palembang. Wakil Rektor UHAMKA Gunawan menyatakan Aptisi Award akan memacu kampus sehat dan berprestasi. "Kami harap dengan prestasi ini, mahasiswa, dosen, dan karyawan hidup sehat berkualitas hingga jadi kampus lebih produktif dan berprestasi."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya