RI Kejar 4 Juta Transmigran Baru

MI/Cornelius Eko Susanto
06/4/2015 00:00
RI Kejar 4 Juta Transmigran Baru
(MI/Rommy Pujianto)
UNTUK mengatasi masalah pangan nasional, menciptakan lapangan kerja, dan menciptakan desa-desa baru di Indonesia, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menargetkan penempatan 4 juta transmigran dalam lima tahun. Target itu dirasa tidak muluk-muluk apalagi setelah terbukti berhasil membentuk dua daerah otonom baru, yaitu Provinsi Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat. "Pemerintah berharap gubernur dan bupati/wali kota yang daerahnya memiliki potensi pemindahan dan penempatan transmigran melakukan langkah-langkah proaktif untuk mendorong masyarakat bertransmigrasi," kata dia.

Menurut Marwan, upaya promosi dari pemerintah daerah menjadi langkah strategis karena sejak awal masa reformasi hingga saat ini program transmigrasi semakin meredup. Padahal, dirinya meyakini dengan semakin sulitnya akses terhadap lahan pertanian, minat masyarakat untuk bertransmigrasi masih sangat besar. Dengan alasan itu, pihaknya menginginkan kepala-kepala daerah yang menjadi tujuan transmigrasi dapat juga memberikan dukungan dengan menyiapkan lahannya. "Kriteria lahan yang sesuai ialah clear and clean serta layak huni, layak usaha, layak berkembang, dan layak lingkungan," tuturnya. Marwan mengatakan transmigrasi juga merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal, khususnya desa di perbatasan. "Program transmigrasi di beberapa daerah tertinggal dan perbatasan bisa membantu meningkatkan infrastruktur sarana dan prasarana dasar kesehatan, pendidikan, air bersih, dan listrik di 70 hingga 80 daerah tertinggal dari 122 kabupaten sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019."

Pangan
Terkait dengan masalah pangan nasional yang bisa diselesaikan dengan transmigrasi, Marwan juga tidak kalah optimistis asalkan seluruh potensi sumber daya dioptimalkan untuk mendukung kebijakan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. "Program transmigrasi bisa menjadi solusi konkret masalah pangan nasional. Bila kami diberi amanah, kami siap memberdayakan lahan-lahan transmigrasi menjadi pusat produksi pangan nasional, utamanya beras," kata dia melalui siaran persnya, kemarin.

Marwan mengatakan lahan transmigrasi yang tersebar di luar Jawa selama ini sudah terbukti sebagai salah satu lumbung beras nasional yang konsisten memberikan kontribusi hingga 5,8 juta ton beras setiap tahun. Kekurangan lahan pertanian nasional yang diperkirakan perlu tambahan lahan baru seluas 2 juta hektare, bisa dipenuhi dari lahan transmigrasi seluas 9 juta hektare yang disediakan pemerintah. "Kami akan memverifikasi mana lahan yang bisa dijadikan sawah untuk padi, mana yang untuk jagung, kedelai, tebu, dan sebagainya. Selama lahan itu cocok, akan diprioritaskan untuk menanam padi supaya produksi beras meningkat dan swasembada pangan nasional cepat tercapai," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya