Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK sampah yang satu ini berlokasi persis di Gedung Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Jakarta Pusat. Berbeda dengan bank sampah lainnya yang beroperasi setiap hari, BSN di bawah naungan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU mengumpulkan sampah sepekan sekali, yakni selepas salat Jumat.
BSN yang telah berdiri sejak 2016 ini menerima sampah dari perkantoran sekitar. Tak luput juga sampah dari lingkungan kantor PBNU.
Jenis sampah yang dikumpulkan ialah sampah kering, di antaranya kertas/koran, plastik, botol plastik, alumunium, hingga besi. Dalam satu bulan, BSN rata-rata menerima 330-340 kg sampah. Dalam setahun sekitar 3-4 ton sampah dikumpulkan.
Uniknya, BSN LPBI NU tidak hanya melakukan transaksi jual-beli sampah. BSN juga melakukan daur ulang sampah menjadi karya seni dan kerajinan.
Produk seni yang dibuat dari sampah antara lain lukisan abstrak, lukisan sketsa wajah, miniatur transportasi, dan grafika koran bekas.
Ada pula produk fungsional, yaitu produk yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gelas, bak sampah, hiasan lampu, gantungan kunci, buku diari, dan lain-lain yang terbuat dari koran bekas. Tak hanya itu, BSN juga menerima pesanan produk permintaan khusus seperti souvenir dan asesoris.
Direktur BSN LPBI NU Fitria Aryani mengatakan lahirnya bank sampah dibawah naungan PBNU tersebut tak lepas dari kegelisahan mengenai masih minimnya pengurangan sampah di masyarakat. Sampah kerap langsung dibuang tanpa dipilah.
Menurut Fitria, keputusan NU untuk melahirkan lembaga bank sampah itu merupakan wujud penerapan annadhofatu ila iman (kebersihan sebagian dari iman).
“Pendekatan agama kita tonjolkan. Kita butuh upaya yang lebih keras agar kita bisa menjaga lingkungan. NU peduli ketika Indonesia krisis mengenai sampah. Kiai-kiai juga akan berbicara mengenai pentingnya meminimalisasi sampah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/2).
Awalnya, operasional BSN hanya sekadar mengumpulkan sampah dan melakukan transaksi jual-beli sampah. Di tahun kedua, BSN berinovasi untuk mengolah sampah menjadi karya kreatif. BSN juga mengembangkan usaha dengan memfasilitasi pelatihan-pelatihan pengelolaan sampah bagi kantor-kantor cabang NU dan masyarakat umum.
Hasilnya, produk kreatif BSN kini cukup dikenal dan masyarakat. Dengan begitu, BSN mengubah keuntungan yang berbasis penjualan sampah menjadi keuntungan yang juga berbasis penjualan produk.
“Laba setahun dari transaksi sampah memang tidak besar, sekitar Rp10-15 juta per tahun. Namun, laba dari pelatihan dan penjualan produk lumayan besar sekitar Rp35 juta hingga Rp50 juta per tahun. Tapi yang juga lebih penting sebenarnya ialah bagaimana membangun budaya untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” katanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved