Emisi Rendah Karbon Jadi Keharusan

(Sru/H-3)
20/2/2019 07:00
Emisi Rendah Karbon Jadi Keharusan
(foto bappenas)

PEMBANGUNAN emisi rendah karbon bukan lagi opsi, melainkan keharusan. Karena itulah, pembangunan rendah karbon menjadi komitmen pemerintah Indonesia, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2045.

Penegasan itu dilontarkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, saat meluncurkan Jejaring Indonesia Rendah Emisi, di Jakarta, kemarin. "Untuk persiapan RPJMN, kami sudah berupaya memasukkan pembangunan rendah karbon, sudah menjadi mainstream dari dokumen pembangunan rendah karbon."

Menurutnya, regulasi rendah karbon itu seiring sejalan dengan ancang-ancang Indonesia untuk menggenjot perekonomian hingga level negara maju.

Nantinya, pembangunan rendah karbon sangat memperhatikan daya dukung dan daya tampung sumber daya lingkungan hidup. Tidak seperti saat ini, Indonesia masih bergantung pada energi fosil, yakni penggunaan batu bara masih dominan karena murah. "Perlu ada intervensi kebijakan," sergahnya.

Tanpa menghilangkan batu bara, imbuhnya, porsi energi terbarukan akan ditambah. Sumbernya berasal dari panas bumi, tenaga angin, tenaga surya, geotermal, dan hidro. Mantan Menteri Keuangan itu mengatakan, pemerintah akan memperbesar penggunaan energi terbarukan di daerah terpencil, yang masih menggunakan genset dan diesel.

Sejak Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP 13) 2007, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai tujuan pengurangan emisi sebesar 29% dengan dana pemerintah.

Atas rencana itu, mantan Sekretaris Eksekutif United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC) Christiana Figueres mengatakan, pencapaian target pengurangan emisi ialah tugas yang kompleks, termasuk keharusan untuk mengintegrasikan kebijakan di tingkat nasional dan daerah.

Karena itu, Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, mengingatkan berbagai pihak memiliki andil besar untuk bisa meningkatkan aksi emisi rendah karbon, sebagai bagian aksi penyelamatan perubahan iklim.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya