Tagana akan Sosialisasi Kebencanaan di Sekolah-Sekolah

Indriyani Astuti
19/2/2019 20:50
Tagana akan Sosialisasi Kebencanaan di Sekolah-Sekolah
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko )

MENTERI Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan taruna siaga bencana (Tagana) akan masuk ke sekolah-sekolah untuk dan program edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

"Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden pada tanggal 14 Januari 2019 tentang pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat dalam rangka mengurangi/mencegah resiko bencana," katanya melalui siaran pers, Selasa (19/2).

Dalam penyelenggaraan program itu, Mensos mengatakan Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Ia mengatakan program edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

"Masyarakat pihak pertama yang langsung dengan bencana. Keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat," tegas Menteri.

Sementara itu dalam rangkaian Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat di Pandeglang, sejak 15 Februari telah dilaksanakan kegiatan Tagana Masuk Sekolah melibatkan 5.775 orang, Kampung Siaga Bencana melibatkan 420 warga dan tokoh masyarakat di 7 kecamatan, penghijauan 2.230 bibit pohon, dan penyerahan bantuan logistik dari Presiden sebesar Rp1,3 miliar.


Baca juga: Mulai 1 Maret, BBW kembali Digelar di Jakarta


Kegiatan Tagana Masuk Sekolah dilaksanakan di 55 sekolah dengan melibatkan 5.775 orang terdiri dari 275 guru dan 5.500 siswa, dengan rincian 4.000 siswa SD dari 40 sekolah, 500 siswa SMP dari 5 sekolah, dan 1.000 siswa SMA dari 10 sekolah.

Kegiatan melibatkan 420 warga dan tokoh masyarakat di tujuh kecamatan rawan bencana yaitu Kecamatan Carita, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Sumur, Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Cibaliung, Kecamatan Cibitung.

Sementara untuk penghijauan telah dilakukan penanaman 2.230 bibit pohon keras dan pohon buah (1.000 bibit pohon dari Kementerian Lingkungan Hidup dan 1.230 bibit pohon dari BNPB). Kegiatan itu dilaksanakan bersama masyarakat, pemerintah, TNI, Polri dan relawan Tagana, dan pilar-pilar sosial lainnya.

Penyerahan bantuan logistik Rp1,3 miliar terdiri dari bantuan bufferstock lumbung sosial Kampung Siaga Bencana senilai Rp795.467.000 dan bantuan kendaraan siaga bencana bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang senilai Rp579.043.300.

Bantuan bufferstock lumbung sosial KSB di 10 Kecamatan berupa paket lauk pauk 1.000 paket terdiri dari tenda serbaguna keluarga, tenda gulung 150 lembar, Velbed 100 unit, Kids Ware 200 paket, peralatan makan 200 paket, dan peralatan dapur keluarga 10 Paket.

Adapun bantuan kendaraan siaga bencana yang diserahkan kepada Kabupaten Pandeglang, Banten berupa satu unit mobil dapur umum lapangan dan satu unit motor dapur umum lapangan. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya