Angga Dwimas Sasongko Bekerja sambil Pacaran

Tosiani
18/2/2019 03:30
Angga Dwimas Sasongko Bekerja sambil Pacaran
(MI/Permana)

SUTRADARA Angga Dwimas Sasongko, 34, mengaku senang bisa bekerja profesional bareng istrinya, Anggia Kharisma, yang juga produser film. Dengan menggarap sejumlah film bareng istri selama ini, ia mengaku bisa kerja sambil pacaran.

“Seru, seneng, bisa kerja sambil pacaran,” kata Angga terkait dengan kerja sama dengan sang istri di Jakarta, Selasa (12/2).

Film hasil kolaborasi pasangan tersebut antara lain Surat dari Praha, Keluarga Cemara, Filosofi Kopi, dan Wiro Sableng. Saat ini pasangan Angga-Anggia tengah bersiap menggarap film baru yang diangkat dari buku kumpulan cerita pendek karya Marchella FP berjudul Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI).

Menurut Angga, selama 13 tahun kerja bareng membuat film bersama sang istri, mereka belajar untuk profesional dengan memilah antara urusan pekerjaan dan urus­an pribadi. Oleh karena itu, mereka sangat terlatih dalam menggunakan waktu untuk membicarakan tentang kedua hal tersebut.

Selama berkarya Angga berupaya mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya. Terakhir kali sekitar 1,5 tahun lalu ia membuat film Wiro Sableng. Setelah itu, ia masih menyimpan rasa penasaran yang akan ia tumpahkan pada film berikutnya.

“Pasti model orang kayak saya selalu bikin film, ngeluarin apa yang jadi potensi terbaik saya. Terakhir saya bikin film Wiro Sableng, setelah itu saya belum bikin film lagi. Jadi, ada banyak hal yang ingin saya tumpahin dari selama 1,5 tahun enggak bikin film. Ini ingin saya keluarin di film ini (Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini),” kata nomine Sutradara Terbaik FFI 2010 dalam film Hari untuk Amanda dan nomine Sutradara Terpuji FFB 2015 dalam film Filosofi Kopi tersebut.

Di film yang akan ia garap berikutnya, Angga memiliki ekspektasi besar. Hal itu didasarkan pada hasil dari film yang ia kerjakan sebelumnya serta potensi buku Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini yang amat dikenal pembaca. Untuk menjawab ekspektasi itulah, ia pun akan menggarapnya maksimal.

Ia mengungkapkan, keputusan mengangkat buku baru ke layar lebar telah melewati berbagai pertimbangan. Ia dan Anggia, sang istri, tidak melihat nilai komersial dari buku tersebut, tetapi nilai buku itu sejalan dengan nilai Visinema (Pictures) dan apa yang akan ia ceritakan melalui film.

“Buat saya mengambil buku ini bukan soal komersial value karena saya melihat value dari bukunya sesuai value dari Visinema dan sesuai dengan yang ingin saya ceritakan,” katanya.


Ingin pulang

Seusai menggarap cerita besar dari film Wiro Sableng, kata Angga, ia ingin membawa penonton Indonesia pada hal-hal yang lebih personal seperti yang pernah ia garap di film-film sebelumnya. Membuat Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini baginya seperti kembali ke konten yang biasa ia buat.

Ia ingin kembali mendatangi penonton Indonesia seperti ketika menyajikan film Surat dari Praha dan Hari untuk Amanda. Cerita-cerita seperti itu, lanjutnya, seperti rumah baginya yang membuatnya ingin kembali.

“Setelah bikin film sebesar Wiro Sableng, enggak harus bikin yang lebih besar lagi,” kilahnya.

Tantangan besar dalam pembuatan film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, menurut Angga, ialah bagaimana bisa membawa mood dalam buku ke layar lebar. Apalagi, buku ini juga tidak memiliki cerita utuh seperti Harry Potter dan Wiro Sableng sehingga sulit bagi penonton untuk membuat ekspektasi.

Film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini akan ia buat bersama Anggia mulai tahun ini dan direncanakan mulai tayang tahun depan. (H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya