Program JIS Beri Inspirasi Guru Indonesia

Syarief Oebaidillah
09/2/2019 23:45
Program JIS Beri Inspirasi Guru Indonesia
(Ist)

MELALUI Innovative School Programme (ISP) para guru ditantang untuk dapat kreatif menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan berpusat pada siswa.

ISP telah mencetak lebih dari 509 lulusan yang terdiri atas pengajar di sekolah negeri dari 84 SD dan SLB di Jakarta.

Guna melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan program ISP yang telah berjalan 9 tahun, Jakarta Intercultural School (JIS) bersama Yayasan Emmanuel, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Mentari Intercultural School Jakarta, dan sekolah-sekolah anggota Association of National and Private Schools (ANPS) menggelar Perayaan Tahunan Pertama dan Lokakarya Komunitas ISP. di kawasan JIS, Jakarta, Sabtu (9/2).

“Reuni ini merayakan pencapaian kami selama 9 tahun dalam penyelenggaraan ISP. Para guru dan kepala sekolah kami undang menghadiri 19 lokakarya yang menarik dan dirancang khusus bagi guru-guru,” kata Greg Zolkowski, Community Educational Outreach Coordinator JIS, pada sambutan acara yang dihadiri Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano .

ISP dikembangkan oleh organisasi nirlaba Yayasan Emmanuel pada 2009 dengan dukungan UBS, dan JIS mulai berpartisipasi pada 2013.

“ISP memperkuat komitmen JIS dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bermitra dengan Yayasan Emmanuel, yang didirikan seorang lulusan JIS, dan para mitra, kami ingin meningkatkan ketrampilan pengajar di Indonesia sekaligus menginspirasi mereka agar terus belajar serta berani mencoba hal baru sehingga dapat memberi dampak lebih baik bagi para siswa,” ujar Greg.

Selama program ISP, para guru dari berbagai sekolah negeri tersebut harus mengikuti workshop yang dipandu oleh 60 pengajar JIS dalam 10 pertemuan. Topik meliputi manajemen kelas, mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi, strategi pengajaran yang inovatif, belajar lewat permainan dan masih banyak lagi.

Setelah menyelesaikan program, peserta menerima sertifikat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Mulai tahun ini, ISP akan diujicobakan bagi guru-guru jenjang SMP.

Dirjen GTK Kemendikbud, Supriano, yang didapuk meresmikan acara tersebut mengapresiasi program ISP JIS tersebut.

Pihaknya berharap dapat bersinergi menjadikan ISP.menjadi model pelatihan guru di kalangan sekolah internasional yang kini disebut Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK).

Dalam sambutannya, Supriano mengingatkan bahwa kemampuan pedagogi guru Indonesia masih lemah. Karena itu Kemendikbud akan berupaya fokus untuk pelatihan pada bidang pedagogi ini.

Dia mengutarakan mulanya pelatihan guru itu 30 persen pedagogi, dan 70 persen konten.

"Tahun ini kami akan ubah menjadi 70% pada pedagogi dan 30% untuk konten," cetusnya.

Menurut Ono, sapaan akrab pria berkacamata ini, jika guru memiliki kemampuan pedagogi yang baik maka pembelajaran di kelas dapat lebih menyenangkan.

Sehingga siswa dapat lebih aktif, proses pembelajaran lebih hidup dan terjalin komunikasi dua arah.

Peningkatan pedagogi guru juga diperlukan agar siswa siap menghadapi era revolusi industri 4.0.

Karena di era teknologi digital, siswa harus lebih kreatif, kritis, inovatif dan kompeten dan serta mempunyai kemampuan kolaborasi atau kerja sama.

Dia berharap implementasi ISP nanti dapat dilaksanakan di tingkat Kelompok Kerja Guru (KKG) jenjang SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) jenjang SMP. (OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya