PBNU Sayangkan Buku Sebut NU Ormas Radikal

Antara
06/2/2019 22:40
PBNU Sayangkan Buku Sebut NU Ormas Radikal
(Antara)

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan penyebutan NU sebagai organisasi masyarakat radikal dalam buku panduan belajar untuk Kelas V Sekolah Dasar (SD).

"PBNU sangat menyayangkan diksi 'organisasi radikal' yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan (dan Kebudayaan) dalam buku tersebut," kata Sekretaris Jenderal PBNU, HA Helmy Faishal Zaini, di Jakarta, Rabu (6/2).

Dia menyayangkan hal tersebut meskipun frasa 'organisasi radikal' yang dimaksud adalah bersikap keras menentang penjajahan Belanda.

Menurut Helmy, istilah tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman oleh peserta didik di sekolah terhadap Nahdlatul Ulama.

"Organisasi radikal belakangan identik dengan organisasi yang melawan dan merongrong pemerintah, melakukan tindakan-tindakan radikal, menyebarkan teror dan lain sebainya," kata dia.


Baca juga: NU Prihatin dengan Demokrasi Transaksional


Jika dibiarkan, dia khawatir pemahaman itu akan berbahaya, terutama jika diajarkan kepada siswa-siswi.

Dalam buku tersebut, Kemendikbud kurang jeli dan tidak pas dalam membuat fase pergerakan nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Helmy mengatakan, penulis buku menyebut bahwa setelah mengalami fase pergerakan nasional pada 1900-an, kemudian dilanjutkan dengan fase masa awal radikal yang terjadi pada 1920-1926.

"Istilah masa awal radikal ini yang keliru dan tidak tepat. Jika ingin menggambarkan perjuangan kala itu, yang lebih tepat frasa yang digunakan adalah masa patriotisme, yakni masa-masa menetang dan melawan penjajah," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, PBNU meminta Kemendikbud untuk bertanggung jawab atas persoalan itu.

"Potensi mudarat yang ditimbulkan sangat besar sehimgga harus diambil langkah cepat untuk menyikapinya," katanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya