Manfaat Penting Mengunyah saat Sarapan

*/H-2
06/2/2019 05:15
Manfaat Penting Mengunyah saat Sarapan
(THINKSTOCK)

KESIBUKAN di pagi hari sering kali membuat kita hanya sempat meneguk minuman atau bahkan melewatkan sarapan. Padahal, banyak penelitian  membuktikan konsumsi makanan saat sarapan memberikan manfaat lebih daripada hanya mengonsumsi minuman.

Ahli gizi Rita Ramayulis menjelaskan, saat kita mengunyah makanan, terjadi proses pencernaan makanan secara mekanik dan enzimatik di mulut. Hal itu akan menstimulasi pencernaan mekanik dan enzimatik selanjutnya. Kontraksi otot-otot di kerongkongan dan lambung serta produksi enzim pencernaan di lambung dan usus akan lebih baik.

Saat kita makan, koordinasi pergerakan motorik tidak hanya terjadi pada organ pencernaan, tetapi juga akan menstimulasi organ-organ yang lain termasuk organ jantung yang bertugas memompa darah. Meningkatnya peredaran darah akan membuat distribusi oksigen dan zat-zat gizi menjadi lebih baik. Dengan demikian, kerja otak dan otot akan lebih baik.

“Karenanya, dengan mengonsumsi makanan, kita tidak hanya bisa mengurangi rasa lapar, tapi juga meningkatkan kemampuan kognitif seperti daya ingat dan fokus,” ujarnya pada peluncuran gerakan meluncurkan gerakan 101 Nestum Healthy Bowls yang digelar produk bubur sereal sarapan Nestle Nestum, di Jakarta, pekan lalu.

Tak hanya itu, lanjut Rita, mengunyah juga terkait dengan produksi beberapa hormon yang berperan dalam pengaturan nafsu makan. Proses mengunyah dapat menurunkan hormon ghrelin, yaitu hormon yang berperan dalam merangsang nafsu makan dan meningkatkan hormon cholecytokinin (CCK) yang mampu menurunkan nafsu makan.

“Saat proses pengunyahan, indra pengecap akan terpapar oleh makanan, dan hal ini akan membangkitkan rasa kenyang sehingga mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak,” kata Rita.

Terkait dengan menu, ia mengingatkan porsi sarapan idealnya bisa memasok 20%-25% dari kebutuhan energi total dalam sehari. Menu sarapan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, kaya vitamin dan mineral, serta rendah gula dan lemak jenuh.

“Untuk jenis karbohidrat, utamakan karbohidrat kompleks yang cukup serat seperti multigrain,” imbuh Rita.


Berbagi inspirasi menu

Pada kesempatan sama, Business Executive Officer Dairy ­Nestle ­Indonesia, Windy Cahyaning ­Wulan, mengungkapkan pihaknya ­meluncurkan gerakan Nestum 101 Healthy Bowls untuk mengajak masyarakat Indonesia berkreasi ­membuat ragam makanan sarapan yang praktis, tetapi tetap sehat dan lezat.

Menurutnya, gerakan itu didasari data yang menyebutkan 51% orang Indonesia menyadari bahwa sarapan ialah waktu makan terpenting dalam sehari.

Namun, sayangnya, 76% orang yang mengonsumsi sarapan di pagi hari belum memilih menu yang sesuai dengan golden standard ­breakfast, yaitu harus terdiri atas makanan dan minuman, bukan salah satunya saja.

“Terinspirasi dari keragaman cita rasa kuliner Indonesia, ­gerakan ­Nestum 101 Healthy Bowls ingin menginspirasi keluarga Indonesia untuk membuat menu sarapan ­bergizi seimbang, praktis, dan lezat dengan mengkreasikan bubur Nestle Nestum dengan aneka topping khas Nusantara, seperti mangga, nangka, jeruk hingga tempe orek dan ayam suwir,” terang Windy.

Masyarakat, lanjutnya, bisa berbagi inspirasi menu sekaligus ­mengikuti ­kompetisinya melalui Instagram. 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya