Gereja Sambut Deklarasi Bersama Paus dan Imam Besar Al Azhar

Dhika Kusuma Winata
05/2/2019 21:30
Gereja Sambut Deklarasi Bersama Paus dan Imam Besar Al Azhar
(AFP)

KALANGAN gereja di Indonesia menyambut positif deklarasi perdamaian yang diserukan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed Al-Tayeb. Semangat untuk menyebarkan toleransi dan melawan ekstremisme yang diserukan dua pemimpin besar itu diharapkan bisa diresapi umat beragama di Tanah Air.

Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Siprianus Hormat, menyatakan, pihaknya mengapresiasi lahirnya dokumen yang ditandatangani tersebut. Menurutnya, seruan untuk perdamaian antar negara, agama, dan ras, sangat relevan dalam konteks Indonesia yang hari-hari ini mengalami kerenggangan sosial akibat merebaknya sentimen komunal.

"Dalam konteks Indonesia hari-hari ini, KWI melihat deklarasi tersebut sangat relevan untuk dimplementasikan di Indonesia dalam kehidupan berbangsa. Entitas Indonesia ialaj keberagaman. Maka dokumen itu penting mendorong seluruh pemimpin dunia bekerjasama dalam menyebarkan budaya toleransi, mencegah pertumpahan darah dan menghentikan peperangan," tuturnya kepada Media Indonesia, Selasa (5/2).


Baca juga: Paus dan Imam Besar Al Azhar Teken Deklarasi Perdamaian Dunia


KWI, lanjutnya, sebagai wadah konferensi para Uskup di Indonesia, sangat menyetujui langkah yang diambil kedua tokoh besar dunia itu. Paus Fransiskus mewakili umat Katolik dunia dan Syekh Al-Tayeb mewakili umat muslim dunia. Deklarasi bersama menurutnya, memiliki pesan kuat agar para pemuka umat beragama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berani bersikap dan bersatu untuk menjaga perdamaian.

"Pesan yang cukup kuat untuk kita di Indonesia dari dokumen itu ialah agar manusia lintas iman memiliki hubungan yang lebih kuat, berdampingan dan saling menghargai," imbuhnya.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) juga mengapresiasi langkah yang diambil dua pemimpin besar itu. Sekretaris Umum PGI, Gomar Gultom, menyatakan, deklarasi menandakan bahwa persaudaraan kemanusiaan melewati batas-batas agama, suku dan ras. Seruan tersebut diharapkan bisa diikuti para pemuka agama di Tanah Air.

"Saya berharap umat beragama di Indonesia terinspirasi oleh deklarasi tersebut dan menghentikan segala bentuk kecurigaan dan kebencian atas nama agama. Umat beragama bersama-sama harus memerangi terorisme, intoleransi, dan kekerasan sebagai musuh bersama," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya