78% Guru Agama Berpaham Inklusif

(Bay/H-3)
30/1/2019 07:00
78% Guru Agama Berpaham Inklusif
(Siswantini Suryandari /MI)

SEBANYAK 78% guru agama di madrasah dan sekolah di Indonesia berpaham keagamaan inklusif, artinya terbuka untuk semua, bukan hanya golongan mereka. Sebaliknya, sisanya berada di kelompok sedang (12%) dan eksklusif (10%).

Hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Agama pada 2018 itu merupakan kabar positif terkait dengan rencana perombakan kurikulum pelajaran agama di sekolah hingga perguruan tinggi.

"Penelitian Balitbang Kemenag ini memang mengambil perspektif positif terhadap paham keagamaan guru agama," ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Mastuki kepada Media Indonesia, kemarin.

Temuan itu berbeda dengan penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yang menemukan besarnya kecenderungan intoleransi dan radikalisme di kalangan guru agama.

Meski kontradiktif, lanjut Mastuki, kedua penelitian itu menjadi dasar penting untuk merumuskan langkah perombakan kurikulum pelajaran agama sebagai salah satu cara menggaungkan kembali sikap moderat dalam kehidupan beragama. "Kurikulum masih dikaji secara internal," sahut Mastuki.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kapuskurbuk) Kemendikbud, Awaluddin Tjalla, mengatakan pihaknya masih mengkaji gagasan perombakan kurikulum pelajaran agama Kemenag itu.

Menurutnya, mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dan budi pekerti masih dijadikan dasar untuk membangun akhlak peserta didik, melalui pembiasaan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. "Bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler," Awaluddin menambahkan.

Nilai-nilai moderat yang dikembangkan ialah berprasangka baik, disiplin, jujur, berbuat baik kepada sesama manusia, dan berlaku adil.

"Islam yang toleran mengandung arti menghargai pendapat, pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan yang berbeda, tidak memaksa, lemah lembut, dan saling memaafkan," sebutnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya