Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL riset independen yang mengevaluasi pelaksanaan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sepanjang 2018 menunjukkan 96% keluarga penerima manfaat (KPM) dan 89% e-warong menyatakan puas terhadap pelaksanaan program itu.
Sejumlah indikator menunjukkan KPM dan e-warong merasakan proses BPNT saat ini mudah dan nyaman sehingga baik KPM maupun e-warong merasakan manfaat positif dari pelaksanaan BPNT tersebut.
Survei itu dilakukan lembaga independen Microsave Consulting Indonesia dalam kerangka kerja sama antara Kementerian Sosial dan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF). Survei yang dilakukan pada Oktober- Desember 2018 mencakup 93 kota/kabupaten di 25 provinsi.
Manajer MicroSave Consulting, Elwin Panggabean, menjelaskan berdasarkan riset tersebut, masyarakat penerima manfaat menyatakan lokasi e-warong dekat dengan rumah dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Nilai bantuan pangan yang sekitar Rp700 ribu per keluarga per bulan dapat memenuhi 1-2 minggu kebutuhan pangan keluarga yang mayoritas memiliki 4-5 anggota.
"KPM menyatakan bahan pangan yang diterima kualitas premium dan pasokannya terjamin," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Dari sisi e-warong, lanjutnya, hampir semua e-warong ingin melanjutkan kerja sama dalam pelaksanaan BPNT karena mereka memperoleh nilai tambah keuntungan pendapatan dari sebelumnya sekitar Rp1 juta per bulan (2017) menjadi Rp1,2 juta per bulan saat ini.
Pada kesempatan sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan pemerintah tahun ini akan menambah jumlah KPM BPNT menjadi 15,6 juta keluarga dari sebelumnya 10,3 juta pada 2018.
"Program transformasi program Beras Sejahtera (Rastra) ini harus di kembangkan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan," ujarnya.
Satu hal yang masih menjadi kendala, lanjut Mensos, yakni masih ada daerah yang belum melaporkan perkembangan tingkat kemiskinan masyarakatnya. "Terdapat 120 kabupaten/kota yang belum atau bahkan tidak pernah melakukan update data kemiskinan di daerah," katanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved