Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NAHDLATUL ULAMA merasa prihatin dan gelisah terhadap fenomena yang belakangan berkembang mengenai pertentangan antara negara dan agama.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas saat berkunjung ke Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.
"Dua hal yang saya kira tidak perlu dipertentangkan, yaitu antara agama dan negara. NU memandang bahwa kedua hal itu bisa harmonis hubungannya maka tidak perlu lagi ada omongan bahwa Indonesia ini negara kafir, pemerintah yang thaghut," ungkap Robikin.
Karena keprihatinan tersebut, pihaknya merencanakan Musyawarah Besar Alim Ulama atau Konferensi Besar NU di Kota Banjar, Jawa Barat, yang akan dihadiri Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kegiatan dimulai pada 27 Januari dengan harlah (hari lahir) Muslimah NU. Tanggal 31 Januari juga diadakan kegiatan bertepatan dengan lahirnya NU yang ke-93 di JCC (Jakarta Convention Center)," kata Robikin.
Menurutnya, salah satu tokoh yang berhasil mengharmonisasikan antara agama dan negara ialah Hasyim Asy'ari, pendiri NU, yang mengeluarkan jargon 'Nasionalis itu bagian dari agama'.
"Nah, dengan begitu maka tidak perlu lagi ngomong yang menyesatkan itu. Cara memahami agama seperti itu tidak tepat. Tapi belakangan lucu karena ada yang berani mengatakan Indonesia bukan hanya negara kafir, tetapi ada yang bilang Indonesia adalah kawasan perang," katanya.
Pernyataan bahwa Indonesia negara perang juga dinilai aneh. "Perangnya di mana? Di media sosial? Saya kira kalau ini terus dikembangkan, tidak mustahil peristiwa yang ada di Suriah dan negara Timur Tengah lain itu bisa terjadi di sini," tambahnya.(Ins/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved