Panda Merah Lahir di Taman Safari Bogor

Dede Susianti
19/1/2019 05:15
Panda Merah Lahir di Taman Safari Bogor
(Wikipedia)

SEEKOR bayi panda merah (Ailurus fulgens) lahir di Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Direktur Utama TSI Jansen Manangsang menyebutkan kelahiran bayi panda merah itu merupakan yang pertama di Indonesia.

“Bayi panda merah ini lahir dari induk bernama Xing Xing, 8 tahun, dan bapak bernama Bai Bai, 9 tahun. Dia lahir kemarin, Kamis pada pukul 06.30 WIB,” kata Jansen ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin sore.

Pasangan panda merah induk dari bayi itu, lanjut Jansen, datang ke Indonesia pada 13 Oktober 2017 dari Guangzhou, Tiongkok.

Taman Safari melakukan upaya untuk perkembangbiakan satwa ini, dari perjodohan, pengamatan perilaku perkawinan, hingga pemantauan status reproduksi induk melalui pemeriksaan ultrasonografi.

“Keberhasilan pengembangbiakan ini besar artinya bagi konservasi satwa ini karena panda merah termasuk satwa yang dilindungi. Selain itu, masuk daftar endangered berdasar IUCN (International Union for Conservation of Nature) Red List,” jelas Jansen.

Populasi panda merah di alam, lanjutnya, terus mengalami penurunan dan terancam punah. Hal itu akibat maraknya perburuan liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Hilangnya habitat dan intervensi manusia di kawasan hutan kian mengancam populasi panda merah.

Jansen mengatakan kondisi bayi panda merah yang dilahirkan di TSI sangat baik dan sehat. Saat ini, ia berada dalam pengawasan perawat satwa dan dokter hewan.

“Bayi itu tampak cukup aktif dan menyusu pada induknya. Induknya juga terlihat sayang terhadap bayinya. Semoga bayi panda merah ini sehat sampai dewasa.”
Hingga saat ini, sang bayi belum diberi nama. Namun, yang pasti ia akan segera diperlihatkan ke publik jika kondisinya sudah memungkinkan. “Kalau sudah baik, sebulan, dua bulan ke depan kita bisa perlihatkan, tampilkan kepada masyarakat umum. Saat ini dia berada di kandangnya.”

Meski induk dan bapaknya berasal dari Tiongkok, bayi panda merah ini akan tetap berada di Indonesia. Ia akan menjadikan satwa di TSI kian beragam dan bernilai.

“Ada dua jenis panda di sini, yakni giant panda dan red panda. Untuk bayi red panda ini tidak akan dikembalikan ke negeri asalnya,” tukas Jansen. (DD/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya