Seleksi ASN di Pemerintahan Jokowi Dinilai Bersih dan Transparan

Micom
17/1/2019 23:20
Seleksi ASN di Pemerintahan Jokowi Dinilai Bersih dan Transparan
(Ist)

CALON Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menyebut proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) di era pemerintahannya sudah berjalan dengan transparan dan akuntabel. Bahkan, begitu transparannya, putri Jokowi sendiri Kahiyang Ayu, tidak lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang digelar pada Oktober 2017 lalu.

"(Soal tes CPNS) rekrutmennya berjalan dengan transparan, akuntabel, dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan. Semuanya bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena memang tidak lulus," kata Jokowi dalam Debat Pemilihan Presiden 2019 pada Kamis (17/1) malam.

Pada 2017 lalu, Kahiyang Ayu memang mengikuti seleksi tes CPNS sebagai Pemeriksa Pertama Pemerintah Kota Surakarta. Total capaian poin Kahiyang ialah 300, terdiri atas nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 50, Tes Intelegensia Umum (TIU) 95, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 155.

Merujuk pada peraturan CPNS saat itu, seorang peserta CPNS dinyatakan lolos bila memenuhi passing grade 70 untuk TWK, 75 untuk TIU, dan 126 untuk TKP.

Pada 2018 kemarin, penerimaan CPNS kembali dibuka. Pemerintah membuka lowongan baru menjadi PNS untuk 238.015 posisi, terdiri atas  51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Pemerintah Indonesia hendak mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara. Sejak awal, pelaksanaan seleksi CPNS 2018 itu sudah dipersiapkan dengan matang.

“Tidak boleh cacat, harus berlangsung transparan dan bersih,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin, saat awal pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Karena itulah, negara sampai melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS ini, bukan hanya pengamanan fisik tapi juga pengamanan siber, ancaman peretas, dan lain-lain. 

“Supaya mereka yang berjuang ikut seleksi CPNS, bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima,” kata Syafruddin. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya