Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI memiliki pelayanan pengobatan berstandar internasional, namun rumah sakit masih dihadapkan dengan jumlah alat yang belum memadai termasuk obat dengan harga yang tinggi untuk pasien kanker. Ketua KPKN dokter Soehartati menuturkan kekurangan alat menajdi masalah tersendiri yang harus segera ditemukan solusinya.
"Secara kemampuan, pengetahuan semuanya itu semua ada di sini tapi ada sedikit kekurangan jumlah alat yang harus ditingkatkan. Apalagi sekarang dengan BPJS terkadang hambatannya bukan dari kami tapi secara admintratif termasuk obat-obatan untuk penderita kanker," tuturnya.
Ketua PP. Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dokter Aru w Sudoyo mengungkapkan obat yang digunakan pasien kanker terglong keras dan berbiaya mahal. Sehingga tidak semua obat dapat dijamin oleh jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah.
"Pengobatan kanker itu luas sekali. dari yang murah sampai yang mahal. Ada yang satu kali infus 150 juta. Tidak hanya di sini mahal di Amerika juga mahal," ungkapnya.
Jumlah masyarakat Indonesia yang besar menurut Aru mempengaruhi fasilitas kesehatan yang harus diberikan pemerintah. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang rapi termasuk kemungkinan kerja sama dengan asuransi swasta.
"Jumlah rakyat kita besar, pengelolaan BPJS harus benar-benar diberesi. Bisa sharing dengan yang lain seperti yang dilakukan oleh negara lain. Dan tidak bisa semua dijamin karena ada yang mahal sekali," tutupnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved