Desain Data Penduduk Jadi Acuan Daerah

(Sru/H-3)
15/1/2019 09:00
Desain Data Penduduk Jadi Acuan Daerah
(ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/)

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menandatangani Perjanjian Kinerja Pusat dan Provinsi 2019 di Jakarta, kemarin. Salah satu targetnya ialah menyelesaikan desain besar data kependudukan sebagai acuan daerah.

"Yang paling pertama kami selesaikan grand desain data kependudukan. Melalui grand desain data kependudukan jangka menengah di kabupaten/kota masing-masing, kami harapkan bupati/wali kota sudah memegang data dan menjadikan data kependudukan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan," ucap Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal.

Tahun lalu, hasil survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) menunjukkan tiga Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 BKKBN telah tercapai sesuai yang diharapkan. Salah satunya ialah tercapainya penurunan angka kelahiran total 2,31%.

Nofrijal mengatakan survei itu jadi acuan BKKBN untuk terus memperbaiki kinerja mereka pada 2019. Pekerjaan besar yang masih harus dituntaskan antara lain menurunkan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 1,39% dari target 1,23% pada 2018.

Lalu, menurunkan penggunaan kontrasepsi modern yang mencapai 57% dari target 61,1% dan unmet need (kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi) 12.4% dari target 10,14%.

Prioritas kerja BKKBN tahun ini ditujukan antara lain untuk membenahi program kampung KB, penanggulangan stunting, dan menjaga kelanjutan dari peserta KB. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah sinkronisasi kebijakan KB dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurutnya, instruksi untuk mengacu kepada BPJS baru saja dilakukan 2019 sehingga perlu pembenahan menyeluruh termasuk aspek keaktifan tenaga kader dan faskes. "Semua harus kami rapikan datanya, pola pelayanannya, dan itu tidak mudah."

BKKBN juga bertekad memberikan perhatian khusus pada kegiatan prioritas yang mendukung proyek nasional seperti permintaan dan pemenuhan kebutuhan alokon di faskes dan promosi pengasuhan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Kami juga menerapkan sistem reward and punishment terhadap keberhasilan dan kegagalan capaian output," imbuhnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya