Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI tahun ini, program beasiswa Bidikmisi terintegrasi dengan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu bertujuan memastikan program tersebut lebih tepat sasaran.
Program Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan perguruan tinggi dari pemerintah bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.
"Mulai tahun ini ada integrasi data Bidikmisi dengan pangkalan data Kemendikbud dan Kemensos untuk mendorong proses penerimaan yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Kami memprioritaskan mereka yang telah memiliki kartu Indonesia pintar (KIP) dan PKH," ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan penerima PIP/pemegang KIP dan penerima PKH dapat mendaftar beasiswa Bidikmisi pada laman https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/. Siswa yang baik bukan pemegang KIP maupun penerima PKH dapat mendaftar melalui sekolah untuk direkomendasikan.
"Untuk pendaftar beasiswa Bidikmisi pemegang KIP dan PKH, kami tidak akan melakukan verifikasi lagi karena kami percaya dengan data yang ada. Untuk siswa yang bukan penerima KIP, kami melakukan verifikasi melalui wawancara, kunjungan ke rumah, dan bukti rekening listrik," jelas Ismunandar.
Meski demikian, pemegang KIP dan penerima PKH tersebut bukan berarti langsung diterima. Mereka harus lulus seleksi masuk perguruan tinggi dulu untuk bisa mendapatkan beasiswa Bidikmisi.
Kuota ditambah
Pada kesempatan sama, Direktur Kemahasiswaan Kemenristek-Dikti Didin Wahidin menjelaskan tahun ini kuota Bidikmisi naik 44% menjadi 130 ribu mahasiswa.
Ada sejumlah perubahan lain pada pelaksanaan program Bidikmisi tahun ini. Di antaranya ada alokasi Bidikmisi untuk program profesi guru selain profesi dokter, dokter gigi, dokter hewan, perawat, dan apoteker yang telah ada sebelumnya. Selain itu, pemerintah menambah kuota penerima Bidikmisi khusus mahasiswa difabel.
Pendaftaran calon mahasiswa Bidikmisi 2019 ke perguruan tinggi dapat dilakukan melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), penelusuran minat dan kemampuan politeknik negeri (PMDK-PN), ujian masuk politeknik negeri (UMPN), serta seleksi mandiri perguruan tinggi negeri dan swasta.
Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR Fraksi PDI Perjuangan, Daryatmo, mengapresiasi peningkatan kuota beasiswa Bidikmisi.
"Kami mengapresiasi upaya mencerdaskan anak bangsa melalui peningkatan kuota beasiswa Bidikmisi tahun ini," katanya seusai rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan Kemenristek-Dikti di gedung parlemen, Jakarta, kemarin. (Ant/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved