UMAT kristiani harus mengedepankan rasa syukur sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama dalam memaknai Paskah tahun ini.
Syukur dan peduli itu pula yang menjadi tema Paskah 2015 di Gereja Katedral, Jakarta. "Tema Paskah tahun ini ialah Tiada syukur tanpa peduli. Artinya, kita manusia pasti tidak lepas dari kesalahan dosa sehingga sebagai umat kristiani harus bersyukur, tetapi juga harus peduli kepada sesama manusia dan lingkungan," kata panitia Paskah Gereja Katedral Jakarta Robert Kenji, kemari.
Tema tersebut merupakan pengembangan dari arah dasar Keuskupan Agung Jakarta pada 2015, yakni Tahun syukur. Rasa syukur, ujar Robert, tidak cukup jika tidak memberikan dampak bagi orang lain dan lingkungan.
Rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama juga digemakan teolog Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mery Kolimon. Menurutnya, kematian Yesus yang diperingati umat kristiani setiap Jumat Agung tidak hanya bertujuan menyelamatkan umat manusia dari dosa, tetapi juga untuk membangun keadilan ekologis.
"Saat ini umat manusia sudah cenderung hidup individualis dan hedonistis. Sikap ini harus dilawan karena manusia tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial dan kelompok. Jumat Agung ini jelas memberi pesan kepada kita untuk membangun solidaritas dengan sesama dan keadilan lingkungan,'' ucap Mery.
Seperti sebelum-sebelumnya, Paskah di Larantuka, Flores Timur, NTT, diperingati dengan prosesi Semana Santa. Umat membawa patung Yesus (patung Tuan Ana) melalui laut dari Wure, Pulau Adonara, menuju Kapela Tuan Ma (Bunda Maria) di Larantuka.
Prosesi Semana Santa kali ini, selain mendapat pengamanan dari ratusan polisi, juga dikawal 30 anggota Kopassus, 15 prajurit TNI-AL, dan Basarnas. Mereka dilibatkan untuk mengantisipasi jika ada musibah seperti tahun lalu, ketika perahu yang mengangkut peziarah tenggelam dan menewaskan tujuh orang.
Perayaan Paskah di Tanah Air tahun ini berlangsung khidmat dan aman. Libur Paskah sekaligus long weekend juga dimanfaatkan warga untuk mudik dan berlibur sehingga Ibu Kota lengang, sebaliknya jalan-jalan menuju luar kota macet parah.