UNS Kukuhkan Guru Besar Pemuliaan Tanaman dan Kimia Organik

Ferdinand
10/1/2019 10:45
UNS Kukuhkan Guru Besar Pemuliaan Tanaman dan Kimia Organik
(Wikipedia)

SIDANG senat terbuka Universitas Sebelas Maret  (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, mengukuhkan dua guru besar baru, Kamis (10/1).

Mereka ialah Prof. Dr. Ir. Sri Hartati, M.P dari Fakultas Pertanian dan Prof. Venty Suryanti, S.Si, M.Phil, Ph.D dari fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sri Hartati merupakan guru besar di bidang ilmu pemuliaan tanaman. Dia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Peran Ilmu Pemuliaan  Bagi Pengembangan Anggrek di Indonesia.

Sri Hartati memilih anggrek karena Indonesia merupakan negara  yang memiliki spesies anggrek terbanyak di dunia. Dari sekitar 30 ribu spesies anggrek, 6.000 di antaranya ada di Indonesia.

"Anggrek di Indonesia memiliki potensi manfaat besar. Mulai dari keindahan, ramuan obat, bahan makanan, dan bahan parfum. Anggrek merupakan komoditas ekspor penghasil devisa," katanya.

Dengan ilmu pemuliaan tanaman melalui rekayasa genotif, potensi anggrek yang sangat besar itu dapat tercipta varietas-varietas baru yang lebih tinggi harga dan lebih bermanfaat.

 

Baca juga: UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Kedokteran

 

Sementara, Venty Suryanti dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Kimia Organik Sintesis dan Bioorganik. Dia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Sintesis Biosurfaktan Menggunakan Substrat dari Bahan yang Dapat Diperbarui dan Aplikasinya.

Venty mengatakan, surfaktan banyak digunakan sebagai bahan pengemulsi, pembasah dan pelarut dalam berbagai produk. Seperti makanan, minuman, deterjen, kosmetik, dan farmasi. Surfaktan pada umumnya merupakan turunan minyak bumi yang disitensis secara kimia, dan karenanya dapat mencemari lingkungan karena bersifat tidak dapat terdegradasi secara alami.

Oleh karena itu, dia menawarkan agar surfaktan diganti dengan biosurfaktan yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Selain tergedradasi oleh lingkungan, biosurfaktan memiliki toksisitas 
lebih rendah dan efektif pada berbagai nilai keasaman (pH) dan suhu.

"Karena merupakan molekul organik dengan gugus fungsi yang spesifik, biosurfaktan memiliki spesifisitas tinggi dan dapat diaplikasikan secara luas," katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya