Menristekdikti Dorong Politeknik Berkolaborasi dengan Industri

Antara
09/1/2019 20:38
Menristekdikti Dorong Politeknik Berkolaborasi dengan Industri
(ANTARA)

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong lebih banyak  politeknik di Indonesia  berkolaborasi langsung dengan industri yang terdekat dengan politeknik tersebut.      

"Baru ada dua yang sudah bekerja sama dengan industri dengan baik, satu adalah Politeknik Negeri Batam, yaitu dengan perusahaan perawatan pesawat, mahasiswa kuliah di Batam sebagai pusat perbaikan pesawat terbang, dan Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang dalam hal ini bekerja sama dengan PT INKA," ujar Nasir dalam keterangan tertulis  di Jakarta, Rabu.
      
Menristekdikti meyakini PNM akan mampu berkolaborasi dengan baik dengan PT INKA untuk menghasilkan SDM terampil dan berdaya saing di bidang perkeretapaian.

"Kalau terwujud, bayangan saya adalah, inilah politeknik seperti yang ada di Jerman, Swiss, maupun negara-negara maju lainnya. Kalau ini berhasil, jadi embrio bagi politeknik lain," ungkap Nasir.

Baca juga : Bersama KPK, Kemendikbud Komitmen Wujudkan Zona Integritas
    
Dalam rangka menjadikan Politeknik Negeri Madiun sebagai politeknik spesialis perkeretaapian di Indonesia sekaligus mendukung inovasi pada PT. Industri Kereta Api (INKA), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sedang merancang pengadaan laboratorium dan software untuk dihibahkan kepada PT INKA yang nantinya dapat digunakan juga oleh mahasiswa PNM.
     
"Kami akan alokasikan dalam kaitan revitalisasi vokasi untuk laboratotium. Laboratorium ini alat uji yang layak digunakan untuk kereta api,yang tahu PT INKA. Oleh karena itu untuk Politeknik (Negeri Madiun), kalau kita, ingin mengajukan lab bogie, lab propulsi. Ini akan jadi sangat penting untuk kita kembangkan," tambah Menristekdikti.
     
Nasir meminta PT INKA untuk menghitung jumlah anggaran yang diperlukan untuk pengadaan yang diperlukan dengan syarat PNM dapat menggunakan laboratorium dan software tersebut secara bersama (coworking) dengan dosen dan mahasiswa PNM.
    
"Kerja bersama ini penting sehingga ini laboratorium yang langsung digunakan mahasiswa bersama PT INKA. PT INKA yang tahu penggunaannya dan cara mengoperasikannya," ungkap  Nasir.
    
Saat melakukan kunjungan ke PNM, Menteri Nasir memberikan kuliah umum bertema Mendorong Pendidikan di Politeknik Untuk Mempersiapkan Lulusan Unggul Era Industri 4.0.  Menteri Nasir juga menerima pertanyaan dari mahasiswa dan dosen PNM terkait pengembangan pendidikan vokasi. (Ant/OL-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya