Studi: Bokek Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Antara
09/1/2019 15:11
Studi: Bokek Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
(Ist)

BOKEK alias tak punya uang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan pada orang-orang yang usianya masih muda, demikian penemuan para peneliti di jurnal "circulation" yang dilansir Time pada Senin (7/1).

Studi mengumpulkan data dari 4.000 orang selama 15 tahun, saat mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun. Mereka ditanya berapa gaji yang diperoleh saat studi dimulai dan empat kali setelah itu. Catatan medis jantung mereka juga dianalisis.

Selama periode studi, para peneliti menemukan dua orang yang mengalami pendapatan yang berubah-ubah -- sebagian besar terdiri dari penurunan pendapatan -- memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami masalah jantung, dan hampir dua kali lipat risiko kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan lebih stabil.

Sebagian besar ketidakstabilan pendapatan dihasilkan dari periode pengangguran atau penurunan gaji setelah berganti pekerjaan.

 

Baca juga: Studi: Lama Menyusui Salah Faktor Satu Kecenderungan Anak Kidal

 

Para peneliti juga berfokus pada orang-orang yang pendapatannya berkurang 25% atau lebih dikaitkan dengan risiko peristiwa jantung seperti serangan jantung, stroke dan gagal jantung, serta kematian dini yang lebih besar. 

Ukuran efeknya mengejutkan para ilmuwan.

"Kami berasumsi bahwa penurunan pendapatan atau perubahan gaji yang sering mungkin tidak baik untuk kesehatan, mengingat ini dianggap sebagai peristiwa yang membuat stres. Tetapi kami terkejut dengan besarnya efek yang kami lihat, karena kami melihat populasi yang relatif muda," kata Tali Elfassy, asisten profesor epidemiologi di departemen ilmu kesehatan masyarakat di University of Miami, dan salah satu rekan studi tersebut. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya