Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESIAPSIAGAAN pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dilakukan sejak awal tahun ini. Pasalnya fenomena alam El Nino diperkirakan akan terjadi dalam level moderat yang bakal berdampak pada keringnya cuaca.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino saat ini diperkirakan tidak akan sehebat pada 2015.
"Peluang kejadian El Nino 80% pada level moderat. Perlu segera diwaspadai karena nantinya bersamaan dengan memasuki musim kemarau," kata Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan, kemarin.
Dijelaskannya, El Nino ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan berimbas cuaca di Indonesia menjadi lebih kering.
Kepala Bidang Analisis Perubahan Iklim BMKG Kadarsah mengatakan fenomena lain yang perlu diwaspadai dalam kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ialah angin kencang. "Angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan akibat munculnya tiga bibit siklon," ucapnya.
Ketiga bibit siklon yang ada di sekitar Indonesia itu ialah bibit siklon 95P (Southern Hemisphere) yang berada di Teluk Carpentaria memiliki kecepatan angin 25 knot. Kemudian bibit siklon 97W (West Pacific) yang berada di Laut China Selatan dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan bibit siklon 96S di Samudra Hindia (sebelah selatan Jawa).
Terkait dengan hal itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles Panjaitan mengaku tengah melakukan berbagai upaya di lapangan untuk pencegahan dan pemadaman dini pada area-area yang terbakar di Riau.
"Kondisi lahan yang berupa gambut serta tiupan angin yang cukup kencang menjadi kendala dalam upaya pemadaman ini. Angin kencang membuat api membesar dan cepat merembet serta berdampak pada asap tebal yang mengganggu."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved