Museumnya Urang Minang

(Ant/H-3)
07/1/2019 09:20
Museumnya Urang Minang
(ist)

ADITYAWARMAN merupakan salah satu raja Malayapura yang hidup di abad ke-14, sezaman dengan Kerajaan Majapahit. Sejak 1979, namanya diabadikan pada salah satu museum budaya di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Museum itu diberi nama Museum Negeri Adityawarman Sumatra Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri No 093/0/1979. Museum bergaya arsitektur Rumah Gadang itu berdiri di areal lebih kurang 2,6 hektare dengan luas bangunan sekitar 2.854,8 meter persegi.

Museum ini menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya nasional. Salah satu di antaranya bangunan yang berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau Baanjuang. Karena itu pula, masyarakat setempat memberinya julukan Taman Mini ala Sumatra Barat.

Dikutip dari laman asosiasimuseumindonesia.org, Museum Adityawarman dibangun dengan kesadaran perlunya wadah pemeliharaan warisan budaya di Sumbar.

Ide pendirian museum berawal dari keinginan Gubernur Sumbar yang waktu itu dijabat Harun Zain (1967-1977). Prof Sutan Harun Al-Rasjid Zain atau lebih dikenal dengan Harun Zain berkeinginan membangun "Balai Kebudayaan Minangkabau." Hal itu direspons pusat dengan membangun sebuah museum regional.

Saat ini Museum Adityawarwan memiliki 6.217 koleksi terdiri atas beragam kategori meliputi geologika atau geografika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika atau heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika.

Koleksi lain yang dimiliki oleh museum ini ialah benda purbakala peninggalan Kerajaan Dharmasraya, yaitu berupa duplikat patung Bhairawa dan patung Amoghapasa.

Sepanjang 2018, jumlah masyarakat yang berkunjung ke Museum Adityawarman tercatat 130.469 orang. Pada 2016 jumlah pengunjung museum hanya 124.556 orang dan 126.884 orang (2017).

Menurut Kepala Museum Adityawarman Sumbar, Adi Saputra, salah satu faktor yang mendorong tingginya kunjungan ialah kehadiran Pusat Peragaan Iptek yang diresmikan 27 November 2018.

"Kami membidik segmen generasi muda untuk mau berkunjung ke museum karena mereka akan mendapatkan pengalaman baru."

Pusat Peragaan Iptek di Galery Science Center Museum Adityawarman berisi wahana pembelajaran dengan beragam alat praktik hasil kerja sama Kemenristek-Dikti.

Di sana, pengunjung dapat menjajal enam alat peraga tetap dan 20 alat peraga keliling. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung tahun ini, museum akan menggelar sejumlah atraksi budaya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya