Pendidikan Jarak Jauh bukan lagi Monopoli Universitas Terbuka

Zubaidah Hanum
04/1/2019 14:00
Pendidikan Jarak Jauh bukan lagi Monopoli Universitas Terbuka
(Dok. MI)

UNIVERSITAS Terbuka (UT) yang kini berusia 34 telah menjadi perguruan tinggi yang terdepan dalam model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun di era disrupsi, PJJ tidak lagi menjadi monopoli UT.

"Pendidikan jarak jauh nanti bukan lagi monopoli UT. Tapi juga akan menjadi pasar persaingan sempurna," cetus Rektor UT Prof Ojat Darojat dalam paparannya di hari kedua Rakernas 2019 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di kpus Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/1).

Sebagai pioneer PJJ, Ojat pun mengaku siap mendukung rencana pemerintah mengembangkan pembelajaran jarak jauh maupun daring (online).

 

Baca juga: Izin Pendirian Program Studi Baru Dipermudah

 

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan akan menerapkan pembelajaran e-learning mulai 2019 agar adaptif menghadapi era disrupsi.

Ojat mengatakan anak Indonesia yang tidak mengenyam pendidikan di Indonesia masih banyak. Pada 2018, sebesar 68,5% anak Indonesia tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Hanya 31,41% anak yang bisa berkuliah.

Dari riset yang dilakukannya, mereka yang tidak lanjut kuliah beralasan terkendala geografi, ekonomi dan waktu. "Biaya untuk tatap muka belum terjangkau. Maka tepat kalau PJJ jadi solusi termasuk online learning. Ini merupakan program strategis yang harus didukung," sebut Ojat.

Staf Ahli Menristekdikti Paulina Pannen mengingatkan sejauh ini PJJ tetap mengacu pada aturan Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018. 

"Prodi PJJ hanya untuk yang sudah berakreditadi A atau unggul," serunya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya