Tindak Lanjuti COP 24 , Menteri LHK Dorong Kolaborasi

Indrastuti
28/12/2018 21:35
Tindak Lanjuti COP 24 , Menteri LHK Dorong Kolaborasi
(ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

INDONESIA mempunyai modal yang sangat kuat untuk dapat berhasil mengatasi perubahan iklim melalui kolaborasi semua pihak terkait. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Jakarta, (28/12) dalam Pertemuan Komunikasi Hasil United Nations Climate Change Conference COP 24 di Katowice, Polandia.

Hasil COP 24 yang disebut Katowice Climate Package berisi modalitas, prosedur, dan panduan implementasi Paris Agreement.

Dalam acara tersebut, Menteri Siti mengapresiasi pemerintah, DPR, DPD, dunia usaha dan masyarakat atas partisipasi dalam upaya menurunkan emisi karbon. Siti juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dalam keikutsertaan Indonesia dalam COP 24 di Katowice.

“Tindak lanjut pertama adalah elaborasi lebih lanjut mengenai National Determined Contribution (NDC) Indonesia. Kita harus melakukan review kemajuan NDC,” papar Siti. Selain itu, kerja sama dengan kementerian dan pemangku kepentingan lain harus ditingkatkan.

Siti mengutarakan harapan atas perkembangan kerja sama dengan Kementerian ESDM, karena NDC sektor energi cukup besar yakni 11%. Nilai ini tertinggi kedua setelah sektor kehutanan sebesar 17,3%.

“Saya mengajak Pak Jonan (Menteri ESDM-red) meningkatkan pencapaian NDC kita. National Kementerian ESDM sudah melakukan banyak hal, energi angin, energi tenaga surya, jadi kita bisa mendorong kolaborasi untuk penurunan emisi. Saya optimis, apalagi melihat ini sejalan dengan konsistensi kebijakan presiden dalam sektor lingkungan,” papar Siti.

Indonesia berhasil menurunkan emisi 700 ton meter kubik karbon ekuivalen dari sektor kehutanan dan industri semen. Jika digabungkan dengan industri batu bara dan industri lain, angka tersebut akan lebih tinggi. Siti juga memaparkan penilaian tim indepen Program Peningkatan Kinerja Perusahaan (Proper) menunjukkan keberhasilan dunia usaha menahan emisi hingga 306 juta ton meter kubik.

Menteri Siti juga mendorong tindak lanjut kerja sama yang telah berjalan dalam menangani gambut sebagai salah satu sumber emisi yang signifikan. “Keahlian Indonesia dalam menangani gambut diakui dunia, jadi posisi ini harus kita jaga dengan baik,” lanjutnya. Indonesia turut menginisiasi International Tropical Peatland Center, yang relevan dengan pelaksanaan UN Environtment Assembly pada Maret 2019. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya