Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAPAT indikasi pelanggaran aturan tata ruang di kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten, yang diterjang tsunami, Sabtu (22/12).
Hal itu tampak dari ratusan rumah warga yang dibangun sangat dekat dengan bibir pantai dan menghadap langsung ke Anak Gunung Krakatau.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan relokasi terhadap warga ke wilayah lebih ideal yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.
Hal ini dikemukakan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono di kantornya, Jakarta, kemarin.
"Akan kami sosialisasikan masalah ini. Rumah-rumah warga yang masih berdiri direlokasi ke area ideal atau jaraknya 100 meter dari bibir pantai. Kalau perlu, ada relokasi massal dari wilayah rentan di pinggir pantai tersebut," kata Basuki.
Dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016, pemerintah provinsi wajib menetapkan batas hunian dengan bibir pantai dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Idealnya, hunian berjarak minimal 100 meter dari tepian pantai.
Namun, pada kenyataannya, di sejumlah titik di wilayah terdampak bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, banyak ditemui vila komersial dibangun sangat dekat dengan bibir pantai.
Bahkan saat melihat langsung kondisi di lokasi terdampak tsunami, Basuki menemukan fakta beberapa rumah yang hancur hanya berjarak lima meter dari bibir pantai.
"Nanti kalau sudah ditemukan titik relokasi, kami segera bangun (permukiman baru)," ujar Basuki.
Berdasarkan data BNPB hingga kemarin sekitar 900 rumah di Pandeglang dan Lampung Selatan rusak berat. Menurut Basuki, kini tim kementerian sedang mencari lokasi lebih aman sebagai tempat relokasi.
Salah seorang warga Labuan, Pandeglang, Nurahmad, bersedia memindahkan rumahnya ke kawasan yang lebih aman dari terjangan tsunami. "Saya ikut saja. Tinggal dekat dengan pantai memang berisiko."
Bantuan mengalir
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Jogaswara, menuturkan warga lokal mempunyai pengetahuan terkait kesiapsiagaan bencana karena mereka dekat dengan alam.
"Namun, jika ada kejadian luar biasa, mereka belum siap. Itulah perlunya pendidikan bencana yang diperbarui sesuai kejadian terakhir," ujar Herry kepada wartawan di Media Center LIPI, kemarin.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kemarin menyerahkan bantuan Rp1 miliar kepada Pemkab Lampung Selatan untuk membantu korban tsunami.
Dalam kunjungannya ke Lampung Selatan, Ridwan Kamil juga menyempatkan menemui para korban di RS Bob Bazar Kalianda. Selepas itu, dia langsung bertolak ke Banten untuk menyerahkan bantuan kepada korban tsunami di Kabupaten Pandeglang.
Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN juga menyerahkan bantuan Rp100 juta berupa obat-obatan dan mengirimkan 14 dokter serta 30 perawat untuk membantu korban Lampung Selatan.
Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan terima kasih atas bantuan logistik dan obat-obatan tersebut. (Ind/Opn/EP/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved