Masjid Jangan untuk Kampanye Politik

(Bay/Mal/H-2)
28/12/2018 06:15
Masjid Jangan untuk Kampanye Politik
(MI/AKMAL FAUZI )

KEBERADAAN masjid sebagai rumah ibadah umat Islam seharusnya netral dan tidak terpengaruh oleh politik. Lebih dari itu masjid selayaknya menjadi gerakan moral menjadi tempat pemersatu.

"Masjid sejatinya menjadi kekuatan dan gerakan moral yang netral dari pengaruh unsur politik serta tidak menyeret-nyeret dukungan pada kepentingan politik tertentu," kata Sekjen Ikatan Alumni Suriah Indonesia, M Najih Arromadloni, di sela-sela Forum Silaturahim Takmir Masjid di Masjid Istiqlal Jakarta, kemarin.

Najih mengingatkan pengalaman di Timur Tengah, khususnya Libia dan Mesir, yang porak-poranda antara lain karena masjid menjadi kampanye politik. Di kedua negara itu, khatib dan imam masjid bebas melakukan hujatan politik berbalut agama. Alhasil, kedua negara itu mengalami konflik berkepanjangan.

"Masjid harusnya menjadi pemersatu dan menyemai kedamaian," kata kandidat doktor ilmu tafsir di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Namun, dia berpendapat masjid boleh saja untuk memberikan pendidikan politik yang substansial seperti terkait dengan masalah hukum dan keadilan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya