Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA melaksanakan Instruksi Presiden terkait kurikulum kebencanaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulanang Bencana (BNPB).
“Para siswa kita akan dilatih kecakapan-kecakapan khusus melalui penguatan pendidikan karakter atau PPK .Dalam masalah kebencanaan ini kecakapan khusus yang dilatih kepada para siswa. kita akan kerja samakan dengan BNPB," kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada Taklimat Media Kinerja Kemendikbud 2018 di Kemendikbud Jakarta, Kamis ( 27/12).
Menurut Muhadjir, Kemendikbud telah membuat modul-modul pembelajaran tentang mitigasi bencana. Selama ini pembelajaran tentang mitigasi bencana, jelasnya, diajarkan melalui muatan lokal di beberapa daerah rekomendasi yang memang rawan bencana.
Dia mengutarakan untuk tahun depan pelajaran mitigasi bencana akan menjadi bagian dari PPK yang masuk dalam bagian dasar keterampilan hidup, disebut dengan dasar keterampilan hidup karena sekolah akan membekali siswa dengan pemahaman atau kecakapan khusus.
"Kita akan mulai pada 2019 namun ini bukan mata pelajaran atau mapel. Tapi tema-tema yang terintegrasi. Nanti akan satu paket dalam PPK. Didalamnya ada pengetahuan yang sangat penting yang harus dipahami dan kecakapan tertentu yang harus dimiliki oleh peserta didik," ujarnya.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, pelajaran mitigasi bencana tidak masuk dalam satu kurikulum karena hanya akan menambah beban pelajaran siswa saja. Dikatakan proses pembelajarannya akan dibuat seluwes mungkin dengan memberi keleluasaan guru untuk mengatur jadwal pelajarannya.
Hemat dia, pelajaran mitigasi bencana juga tidak diberikan setiap hari tapi cukup dalam beberapa hari pertemuan. Pelajarannya juga akan terbagi pada pelajaran yang bersifat informasi dan bagian kecakapan khusus.
Hamid Muhammad menambahkan , sejak peristiwan tsunami Aceh tahun 2004 Kemendikbud telah menyiapkan pelajaran mitigasi bencana yang dilakukan di 223 kabupaten rawan bencana. Menurutnya, pelajaran itu tidak masuk kurikulum tetapi pelatihan kepada guru dan murid tentang bagaimana cara menghindar dan berlindung dari bencana.
Dia menjelaskan memasuki tahun 2010 ketika ada perubahan kurikulum 2013 pelajaran mitigasi bencana diintegrasikan ke beberapa mapel. Misalnya di jenjang SD kelas empat ada satu tema khusus yang membahas tentang kebencanaan. "Tetapi nanti akan ada penyesuaian. Misalnya di kelas SMP dan SMA akan jauh lebih eksplisit tentang pelajaran mitigasi. Tidak hanya diintegrasikan di mapel tertentu,. Saat ini kita masih lakukan pemetaan," pungkasnya.
Didik Suhardi menambahkan dalam penanganan bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah Kemendikbud telah menggelontorkan dana sekitar Rp 645 miliar bagi kedua provinsi itu guna pendirian tenda kelas darurat, bantuan logistic, rehabilitas ruang kelas, beasiswa bagi siswa terdampak, bantuan sosial untuk guru , pendidikan dan latihan , pemberian perlengkapan sekolah dan lain lain. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved