Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA Taman Nasional dan satu laboratorium lapangan di bawah Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) akan dikembangkan tahun depan. Pengembangan itu didukung tambahan dana melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diberikan Kementerian Keuangan senilai Rp106,23 miliar.
Kelima Taman Nasional itu adalah Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Bunaken, dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Di Taman Nasional tersebut, dana segar SBSN di antaranya akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana, seperti menara pengawas, jalan akses, toilet, pendopo, kandang banteng, dan lainnya.
"Melalui skema SBSN ini bagi KLHK merupakam pengakuan bahwa taman nasional kita sudah menjadi sesuatu yang sangat penting dan bahwa di dalamnya itu ada infrastruktur yang memang harus dipersiapkan karena menjadi bagian penting dari destinasi wisata untuk pengembangan ekonomi," kata Menteri LHK, Siti Nurbaya melalui keterangan pers yang diterima, Selasa (25/12).
Menurutnya, pemberian dana dari SBSN menandakan pengakuan bahwa taman nasional kian penting karena saat ini tren destinasi wisata di berbagai negara merujuk ke taman-taman nasional. Selain itu, lanjutnya, pemberian SBSN juga menandakan berbagai langkah korektif pembenahan taman nasional atau area konservasi perlu terus dilakukan.
"Kita merubah paradigma pengelolaan taman nasional yang tertutup menjadi destinasi wisata yang dikelola dengan baik dengan sistem lestari," ucap Siti.
Ia menambahkan kementerian juga berupaya mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dengan peningkatan kemampuan teknis dan pengetahuan. Itu agar SDM kementerian dapat semakin mumpuni merancang rencana pengembangan sektor lingkungan dan kehutanan ke depannya. Untuk itu, melalui pendanaan SBSN juga akan dibangun satu Laboratorium Lapangan di Hutan Diklat Sawala-Mandapa Kadipaten, Jawa Barat.
"Harapannya tahun depan kita bisa mengeksplorasi pengembangan tidak hanya fisik, tapi penelitian dan pengembangannya juga didorong kemampuan teknis, pengetahuan, dan juga sekolah-sekolah lapangan dan laboratorium," jelasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved