Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Uhamka Wisuda 2.877 Sarjana

Syarief Oebaidillah
23/12/2018 21:00
Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Uhamka Wisuda 2.877 Sarjana
(Ist)

UNIVERSITAS Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) mewisuda 2.877 sarjana yang terdiri atas jenjang Ahli Madya (D3), Sarjana (S1), dan Magister (S2).

Gelaran wisuda kali ini menjadi momentum penting bagi Uhamka melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya.

"Kita semua menyadari era industri 4.0 membawa banyak perubahan cepat bidang teknologi termasuk dalam dunia kerja mesti diantisipasi Uhamka. Tujuannya agar lulusan yang kami hasilkan dapat mengakses dunia kerja, bisa beradaptasi dengan dunia kerja yang kompetitif," kata Rektor Uhamka, Prof Dr Gunawan Suryoputro, pada sambutan wisuda bertajuk 'Kesiapan Lulusan Uhamka Menghadapi Era Disrupsi Revolusi Industri 4.0' di Gedung Jakarta Convention Center, Minggu (23/12).

Acara wisuda ini dihadiri Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan lain lain.

Gunawan mengutarakan, sejumlah terobosan telah dilakukan Uhamka dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi dan informasi bagi seluruh mahasiswa. Pelatihan ini merupakan program tambahan atau pendampingan.

"Dengan keterampilan teknologi informasi, mahasiswa mampu membangun bisnis-bisnis baru, startup, mandiri, mampu bertahan dan memiliki kemampuan inovasi maupun membentuk jaringan atau networking," ujar Gunawan.

Kemampuan menguasai teknologi informasi dinilainya amat penting pada era revolusi 4.0. Selain itu tentu kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kemampuan berwirausaha.

Saat ini, Uhamka diakui tengah merancang semacam program peningkatan ketrampilan kerja yang bisa diikuti semua mahasiswa. Program ini dilakukan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi sehingga nantinya mahasiswa yang telah mengikuti program pelatihan akan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Lembaga yang berwenang.

"Uhamka memilki dosen yang memiliki keterampilan kerja untuk beberapa bidang, jumlahnya cukup. Mereka dapat menjadi instruktur pelatihan. Dan kita sudah lakukan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi untuk diwujudkan pada 2019," pungkas Gunawan. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya