LIPI Hasilkan 7.994 Publikasi Ilmiah dan 493 Paten

Dhika Kusuma Winata
19/12/2018 18:35
LIPI Hasilkan 7.994 Publikasi Ilmiah dan 493 Paten
(Ist)

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaparkan hasil kinerjanya selama empat tahun terakhir yang mampu menghasilkan 7.994 publikasi ilmiah dan 493 paten.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan dalam kinerja kekayaan intelektual, jumlah paten LIPI meningkat terus setiap tahunnya. Tahun ini, jumlah paten yang dihasilkan yakni, sebanyak 200, meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 159 paten.

"Jumlah 493 paten dalam empat tahun terakhir lebih banyak dibandingkan akumulasi 23 tahun sejak LIPI berdiri yang hanya menghasilkan 367 paten saja," ucapnya di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (19/12).

Baca juga: Butuh Rp34 Triliun untuk Pulihkan NTB dan Sulteng

Dari segi publikasi, lanjutnya, LIPI berada di peringkat pertama Webometrics kategori website lembaga penelitian di Indonesia. Untuk regional Asia Tenggara, LIPI berada di peringkat empat, sedangkan untuk ranking global LIPI berada di peringkat 563.

"Peneliti LIPI telah menghasilkan 7.994 publikasi ilmiah empat tahun terakhir ini. Sebanyak 45% di antaranya ialah publikasi ilmiah bereputasi internasional," jelas Handoko.

Adapun untuk kegiatan pembinaan, imbuh Handoko, sebanyak 2.650 generasi muda Indonesia memperoleh pembinaan ilmiah dari peneliti-peneliti LIPI dalam lima tahun terakhir. LIPI juga terus berperan dalam mengembangkan budaya ilmiah kepada generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan kompetisi ilmiah tingkat pelajar.

Beberapa capaian penting LIPI lainnya selama tahun ini di antaranya berbagai produk pangan fungsional untuk pencegahan stunting, Fasilitas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Laboratorium Biosafety Level-3, dan bioetanol generasi kedua.

Baca juga: BNPB: Izin Pembangunan Pada Lokasi Amblesan Tanah Perlu Dikaji

Kemudian ada pula inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) untuk identifikasi jenis kayu dalam hitungan detik. Selain, itu peneliti LIPI juga berhasil melakukan penemuan 50 jenis baru flora, fauna, dan mikrobiologi selama tahun ini, antara lain kepiting Occulthusa halimun dan burung kicau Phylloscopus rotiensis.

Handoko menerangkan, sejak berdiri pada 1967, LIPI berusaha menjawab persoalan masyarakat lewat pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kini pihaknya juga berupaya menjadi penghubung untuk kegiatan riset serta aktivitas kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu untuk lebih mempererat keterlibatan masyarakat luas dan swasta untuk terus membangun budaya iptek. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya