Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA menabur kontroversi akan menuai reaksi. Itulah yang terjadi pada calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia akan punah jika dirinya kalah dalam kontestasi Pilpres 2019.
Gayung bersambut. Sejumlah kalangan memberikan tanggapan atas pernyataan 'berani' Ketua Umum Partai Gerindra yang disampaikan pada Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Centre (SICC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).
Salah satunya ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto. Menurutnya, pernyataan tokoh yang sudah tiga kali nyapres itu berlebihan.
Bahkan, dia bertaruh rumahnya yang terletak di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, dengan rumah mantan Danjen Kopassus itu yang berada di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Kalau sehabis pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh, tidak punah, maka rumah Hambalang (kediaman Prabowo) diserahkan kepada saya. Sebaliknya, kalau Indonesia punah, rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo. Tapi kalau semua punah, buat apa lagi rumah? Hehehe," kata mantan Panglima TNI itu berseloroh melalui keterangan tertulis dari Humas Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pernyataan Prabowo itu merupakan ancaman serius. "(Pernyataan) itu sama saja dengan ancaman serius.Belum ada dalam sejarah modern dalam pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah," ujarnya.
Punahnya sebuah negara, kata dia, tidak mungkin mendadak. Kondisi itu pasti diawali dengan gejala, indikasi, atau adanya peningkatan eskalasi yang sangat serius, seperti mengancam eksistensi negara.
Wiranto pun menjamin saat ini Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Parameter kekondusifan itu diakuinya terlihat dari beberapa penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional dan nasional yang berlangsung aman.
Bahkan, hasil survei internasional menobatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9, juga menjadi tujuan investasi nomor dua setelah Filipina.
Dalam menanggapi taruhan yang dilontarkan Wiranto, politikus Partai Gerindra Agnes Marcellina menilai pernyataan Wiranto terkesan emosional dan panik. "Kalaupun itu candaan, kok ya tidak lucu juga karena pejabat ajak taruhan kan juga tidak baik," katanya saat dihubungi, kemarin.
Menurut dia, kata 'punah' dalam pidato Prabowo harus dimaknai secara utuh dalam konteks kebangkrutan ekonomi karena selama ini negara diurus dengan kebijakan yang keliru. Misalnya, lanjut Agnes, menumpuknya utang negara dan melemahnya daya beli masyarakat serta susahnya mendapatkan pekerjaan.
"Kalau Pak Wiranto mendengar utuh pidato tersebut, saya rasa dia akan sepakat dengan Pak Prabowo," tukas Agnes. (Golda Eksa/Thomas Harming Suwarta/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved