RI Berperan Aktif di Isu Kemanusiaan

(Ind/H-1)
19/12/2018 06:55
RI Berperan Aktif di Isu Kemanusiaan
(MI/PIUS ERLANGGA)

INDONESIA mempunyai catatan diplomasi yang baik untuk isu perdamaian dan kemanusiaan. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, komitmen Indonesia tidak diragukan di tingkat global.

"Indonesia tidak pernah berdiam diri dalam menyikapi tantangan kemanusiaan," jata Retno saat menghadiri Milad Ke-19 PKPU Human Initiative di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, dalam Sidang Majelis Umum PBB pada September lalu Indonesia mengusung dua isu, yaitu krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine dan kemerdekaan Palestina. Komitmen tersebut ditegaskan kembali pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Singapura.

Dalam KTT pemerintah Indonesia meminta ASEAN untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, sekaligus mendorong agar repatriasi atau pemulangan kembali etnik Rohingya dari pengungsian di Bangladesh ke Myanmar dapat dilakukan secepatnya.

Retno mengatakan, secara global, terdapat 6,5 juta orang mengungsi karena kondisi instabilitas negara pada 2017. "Pada 2018 sekitar 2 juta orang di Gaza terisolasi karena kebijakan Israel. Kondisinya memprihatinkan. Pada November lalu konflik di Suriah mengakibatkan 5,6 juta orang terus mengungsi," ungkapnya.

Dalam merespons hal itu, lanjutnya, Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan. Di antaranya, pemerintah Indonesia memberikan komitmen bantuan senilai US$2 juta atau setara Rp28,5 miliar untuk program capacity building (penguatan kapasitas), sesuai dengan kebutuhan rakyat Palestina.

Program itu antara lain pertanian, kewirausahawan, pemberdayaan perempuan, teknologi informasi dan komunikasi, tata pemerintahan, dan pendidikan. Selain itu, pemerintah Indonesia mendirikan rumah sakit di Gaza, Palestina.

"Kita berharap melalui penguatan kapasitas, bangsa Palestina bisa menjadi bangsa mandiri ketika mereka mendapatkan hak-hak (kemerdekaan)," ujar Retno.

Dalam acara itu Retno, selain hadir memberikan pidato kunci, menerima penghargaan sebagai The Best Humanitarian Diplomacy Leader atas kontribusinya mewakili lndonesia dalam melakukan dlplomasl isu kemanusiaan internasional. Ia mengatakan situasi politik dan keamanan dunia yang belum membaik membuat tantangan kerja kemanusiaan akan semakin berat. Konflik dan perang, yang terjadi di sejumlah negara akan berpengaruh pada isu kemanusiaan. "Bahkan menyebabkan krisis kemanusiaan," terangnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya