45 Warga Adat Terpencil Dapat Rumah

(Ros/H-1)
19/12/2018 06:40
45 Warga Adat Terpencil Dapat Rumah
(dok humas kemensos)

SEBANYAK 45 keluarga (KK) warga Dusun Tapai Buhu, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, yang ikut program pemberdayaan komunitas adat terpencil (KAT) mendapatkan bantuan rumah dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Rumah layak huni seluas 5 -- 7 meter persegi bantuan Kemensos itu akan diresmikan dan diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang, Jumat (21/12). Selain rumah, Kemensos membangun fasilitas MCK dan sumur pompa.

Sebelum mendapatkan bantuan rumah, warga KAT yang sebagian besar bekerja sebagai buruh perkebunan itu tinggal di gubuk-gubuk kayu.

"Mereka tinggal menyebar di bukit-bukit atau pinggir jalan perkebunan kelapa," kata Kepala Desa Tanjung Karang Halid Tuna, kemarin.

Menurutnya, rumah-rumah bantuan dibangun di atas lahan seluas 2 hektare milik dua warga desa setempat yang dihibahkan untuk warga KAT. Warga KAT juga menerima bantuan panel surya untuk mendapatkan energi listrik dari perusahaan pakaian olahraga Columbia.

"Kami menerima 45 unit solar cell untuk mendapatkan listrik dengan tenaga surya," kata Kasubdit Pemberdayaan Sosbud, Ekonomi, dan Lingkungan Pemberdayaan KAT Kemensos Ani Sulistianingsih.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan data 2017, populasi KAT di Indonesia berjumlah sekitar 150 ribu keluarga. Jumlah itu bertambah bila dibandingkan dengan 2015 sekitar 128 ribu keluarga.

"Sesudah mendapatkan rumah tersebut, warga Tapai Buhu sudah purnabina. Artinya, sudah selesai mengikuti program KAT," ujarnya.

Setiap tahun pemerintah meresmikan 40 hingga 50 lokasi KAT di seluruh Indonesia.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya