Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH perusahaan bisa bertahan lebih dari dua dekade, resepnya adalah pengusaha memahami diri sendiri, terbuka pikiran dan hatinya, memiliki jejaring, dan memegang teguh filosofi perusahaan.
Kesimpulan itu disampaikan oleh Kurnianing Isololipu dalam ujian promosi doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Senin (17/12).
Disertasi berjudul 'Enterpreneurial Ecosystem Berbasis Entrepreneurial Human Capital Pada Wirausaha Perempuan' (Studi Kasus pada Pemilik Martha Tilaar Grup) merupakan gambaran sepak terjang bisnis yang dikembangkan oleh Martha Tilaar di bidang kecantikan dan mampu bertahan selama lebih dari 40 tahun.
Kurnianing menjelaskan bahwa enterpreneurial ecosystem yang terjadi dalam Martha Tilaar Grup ini terbentuk melalui beberapa tahapan.
"Enterpreneurial ecosystem bisa berkembang karena elemen-elemen sekitarnya mendukung. Martha Tilaar juga mengalami jatuh bangun. Putuh hubungan dengan mitra kerja, susahnya mencari pinjaman dari bank dan sebagainya. Satu-satunya yang bisa dipertahankan adalah salon yang dimiliki di Jalan Wakhid Hasyim," terang Kurnianing.
Di hadapan enam juri dan promotor Prof Dr Ferdinand D Saragih MA dan kopromotor Dr Retno Kusumastuti MSi, Kurnianing menjelaskan bahwa kegigihan Martha Tilaar ini dalam membangun jaringan, memahami diri sendiri, terbuka pikiran dan hatinya, sekaligus memegang teguh filosofi perusahaan membuat perusahaan itu terus memproduksi produk-produk kosmetik dari hasil inovasi dan riset.
Hal menarik lainnya ialah saat Martha Tilaar hanya memiliki satu salon, ia mempromosikan dengan cara membuat iklan selebaran yang diselipkan di koran-koran pagi di rumah-rumah kalangan pejabat maupun ekspatriat. Cara menjaring pelanggan dimulai dari membuka jaringan dengan cara konvensional.
"Martha Tilaar juga aktif menghadiri seminar, training baik di dalam maupun luar negeri untuk menambah pengetahuan, wawasan dan memperkaya produk-produk yang akan dihasilkan," lanjut putri bungsu sejarawan Anhar Gonggong.
Dalam entrepreneurial ecosystem milik Martha Tilaar Grup ini, elemen budaya memiliki pengaruh yang kuat di dalam menggerakkan elemen-elemen yang lain. Budaya menjadi fondasi dalam setiap aktivitas wirausaha yang menghasilkan dan bernilai.
"Ini memudahkan elemen-elemen lain untuk bergerak ke arah yang dituju atau menjadi pendorong untuk menciptakan aktivitas wirausaha yang kreatif di dalam ekosistem tersebut," tambahnya.
Hal semacam ini bisa menjadi contoh bagi para pengusaha, bagaimana bisa mempertahankan perusahaan dan terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru.
Perempuan, lanjut Kurnianing memiliki potensi lebih dibanding pria karena mereka mampu membuat dan memperkuat jaringan untuk bisnis. Hal itu terlihat yang dilakukan Martha Tilaar dalam mengembangkan bisnisnya.
Hadir dalam sidang terbuka itu antara lain Romo Mudji Sutrisno, HR Tilaar, Martha Tilaar, Meutia Hatta, sejarawan Anhar Gonggong, dan beberapa tamu undangan yang sebagian besar adakah akademisi. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved