Indonesia, Selangkah Menuju Kiblat Modest Fashion Dunia

Micom
13/12/2018 22:40
Indonesia, Selangkah Menuju Kiblat Modest Fashion Dunia
(Ist)

GELIAT moslem lifestyle atau akrab disebut mipster membawa pengaruh positif bagi Indonesia, terutama dari segi fesyen. Sejak beberapa tahun belakangan, nama Indonesia cukup diperhitungkan di tren modest dunia.

Tak mengherankan jika pada 2020, pemerintah berancang-ancang mengangkat 'kekayaan' ini sebagai modal untuk memperkuat Indonesia sebagai salah satu kiblat modest fashion internasional.

Bukan tanpa usaha jika akhirnya nama Indonesia dikenal luas, terutama di kalangan pelaku industri fesyen dunia. Perjuangan guerilla beberapa nama besar, tentu tak lepas dari hal ini.

Yang menarik, dukungan muncul dari sektor swasta, seperti Wardah yang hampir selalu menjadi sponsor para desainer lokal menggelar karya mereka di dunia.

Selain itu, juga beberapa sosok di balik Indonesia modest fashion scene bersumbangsih terhadap dunia fesyen Tanah Air. Mereka antara lain ialah Teti Nurhayati Rompis.

CEO Indonesia Creative Hub ini berhasil menancapkan taji busana muslim Tanah Air di Amerika Serikat. Berkat tangan dingin pebisnis yang berkiprah di dunia profesional sejak 1994 ini, nama Indonesia mulai terdengar di ranah fesyen New York dan sekitarnya.

Indonesian Creative Hub (ICH) merupakan media untuk desainer Indonesia untuk menampilkan karya terbaik mereka dalam usaha mengangkat kekayaan budaya industri kreatif Indonesia di kancah internasional.

Sejak 2015, ICH tergabung dengan Cannes Fahion Festival di Prancis dan ikut serta menggelar pertunjukan di sana.

ICH juga menjadi bagian dari NY Now (kolektif pengusaha kreatif berbagai kebutuhan), ISNA (Islamic Society of North America) hingga NYFW First Stage and NYFW The Show, yang merupakan satu-satunya even Resmi NYFW. Nama kedua ialah Franka Soeri.

Mantan jurnalis satu ini sangat lekat dengan keberhasilan Dubai Modest Fashion Week. Berawal pada 2013, saat ia bertolak ke Turki dan bekerja sebagai Fashion and PR Consultant di Modanisa, brand e-commerce modest ternama di sana. Ia lalu dipercaya untuk mengubah visual Modanisa.

"Langkah-langkah strategis saya ambil untuk Modanisa.

Mereka besar namun masih kurang secara visual. Saya bilang mereka harus belajar dari Indonesia. Saya tahu cara mengubahnya," kata Franka dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/12).

Salah satu usaha re-branding yang ia usulkan adalah menggelar modest fashion week di Turki pada 2016. Dari gelaran ini, beberapa nama desainer modest Indonesia mulai muncul.

"Saya bukan perancang busana, tapi saya ingin modest maju," tutur perempuan kelahiran 1981 ini.

Tak berhenti di situ, ia menjadi co-founder alahijab.com yang merupakan platform sosial satu-satunya untuk mode busana hijab.

Dari situ, namanya semakin besar sebagai modest fashion expert dan melebarkan hubungan baik dengan komunitas busana muslim mulai dari Eropa, Asia, hingga Afrika. (RO/OL)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya