Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAWAB keragu-raguan banyak pihak perihal keputusan LianMipro atas konsep baru Jakcloth di 2018, Jakcloth membuktikan bahwa panggung musik bukanlah satu-satunya alasan masyarakat datang ke Jakcloth.
"Banyak pihak mempertanyakan alasan kami meniadakan musik di Jakcloth 2018, tujuan kami ingin agar pengunjung fokus terhadap produk yang dijual, kami ingin pengunjung yang datang fokus untuk berbelanja, bukan menonton pertunjukan musik," ujar CEO Jakcloth, Ucok Nasution, dalam keterangannya, Kamis (13/12).
Optimis tidak akan kehilangan pengunjung, dengan bermodal ide dan konsep yang baru, JakCloth justru menuai hasil di luar prediksi.
Angka pengunjung yang justru semakin meningkat dari tahun sebelumnya, seperti diungkapkan Ucok.
"Alhamdulillah jumlah pengunjung justru meningkat, tahun lalu masih ada panggung musik, even kita di 25 titik seluruh Indonesia pengunjungnya 1,3 juta.
Di 2018, tanpa panggung musik di November terakhir catatan kami sudah lebih dari 1,5 juta pengunjung, belum termasuk JakCloth Year End Sale 19-23 Desember ini," lanjut Ucok.
Berbagai ide kreatif dituangkan dalam konsep Jakcloth. Uniknya, kata dia, setiap even memiliki konsep yang berbeda-beda, seperti berbagai kompetisi yang melibatkan pelajar dan anak-anak muda, kuliner murah serba Rp5 ribu, permak pakaian gratis, hadiah motor, hingga voucer bernilai puluhan juta rupiah.
Keistimewaan Jakcloth Year End Sale 2018 yang akan diadakan di Parkir Timur Senayan pada 19-23 Desember 2018 nanti ialah akan hadir pengusaha-pengusaha clothing baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang dimodali Jakcloth untuk menjadi pengusaha.
Dalam rangkaian kegiatan CSR Jakcloth di tahun ini ada 42 institusi pendidikan, SMA/SMK, dan universitas yang beruntung dikunjungi JakCloth.
"Pengunjung Jakcloth itu 80% pelajar dan mahasiswa, kami ingin mengapresiasi mereka dengan mendatangi mereka ke sekolah dan kampusnya untuk memberikan motivasi sekaligus mengajak mereka jadi pengusaha clothing, modalnya dari kami," ujar Ucok.
"Mereka benar-benar kita beri wadah dan merasakan bagaimana rasanya jadi pengusaha, jadi mereka punya pengalaman baru di Jakcloth, yaitu jadi penjual," sambungnya.
Ucok juga menambahkan bahwa akan tetap melanjutkan program School Clothing Preneur mengingat antusias masyarakat yang tinggi akan program. Harapannya akan tumbuh pengusaha-pengusaha clothing lokal yang akan meramaikan industri kreatif Indonesia. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved