Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Martina Berto, anak perusahaan Martha Tilaar Group, meraih penghargaan sebagai Lembaga Litbang (Litbang) Industri Inovatif dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti). Pemberian penghargaan digelar dalam acara Apresiasi Lembaga Litbang 2018 yang diselenggarakan Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristek-Dikti di Serpong, Banten, kemarin.
Corporate Director of Creative and Innovation Martha Tilaar Group Kilala Tilaar mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mendapat apresiasi dari pemerintah. Sebagai lembaga usaha yang terus berupaya mengembangkan riset dan inovasi, khususnya untuk tanaman-tanaman Indonesia, penghargaan tersebut penting sebagai pelecut agar lebih memajukan riset industri.
"Kami senang bisa mendapatkan penghargaan ini. Kami merasa dihargai bahwa selama 48 tahun bekerja melakukan riset mengenai budaya dan kekayaan alam Indonesia, akhirnya kami bisa menelurkan inovasi-inovasi yang bisa dijual menjadi produk kosmetik dan obat-obatan," kata Kilala seusai acara pemberian penghargaan.
Menurutnya, Indonesia sangat berpotensi sebagai negara terdepan dalam mengembangkan produk kosmetik dan obat-obatan dengan memiliki kekayaan berupa keanekaragaman hayati. Hal itu, lanjut Kilala, perlu terus digali, dikembangkan, dan dihilirisasi menjadi produk inovasi.
"Kami tahun ini sudah melangkah maju dengan menghasilkan bahan aktif (active ingredients) sebagai bahan baku kosmetik. Kita memiliki 12 (hak) paten yang akan dijual ke lebih dari 50 negara," ujarnya.
Sebanyak 12 hak paten atas bahan baku kosmetik tersebut ialah ekstrak manggis, ekstrak delima, ekstrak jeruk purut, ekstrak remujung, ekstrak jambu biji, ekstrak tebu, ekstrak kemangi, ekstrak cabai rawit, ekstrak pegagan, ekstrak meniran, ekstrak Oxy complex (manggis-meniran-jati belanda), dan ekstrak Java complex (pegagan-teh hitam-kedelai).
Ia mengungkapkan, Martha Tilaar mengembangkan bahan-bahan baku kosmetik tersebut bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian lain. Kerja sama juga dilakukan dengan jaringan petani yang dibina untuk menciptakan bahan baku yang kualitasnya konsisten. "Idealnya, lewat inovasi, petani bisa kaya. Peneliti punya dana untuk riset, pemerintah mendapat devisa, dan industri bisa maju," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved