Sumatera dan Jawa Diminta Waspada Banjir

Putri Anisa Yuliani
13/12/2018 16:49
Sumatera dan Jawa Diminta Waspada Banjir
(ANTARA)

PENGUATAN musim hujan identik dengan peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pada bulan November lalu curah hujan tertinggi adalah 400 mm yang turun dalam sehari di Karang Nunggal, Tasikmalaya. Demikian juga akumulasi tertinggi curah hujan bulan November di wilayah tersebut yaitu mencapai 1325 mm.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG tanggal 13 Desember 2018, sebanyak 62% wilayah Indonesia dinyatakan sudah memasuki musim hujan, relevan dengan prakiraan musim hujan yang sudah diinformasikan sebelumnya.

Supervisor yang bertugas pada Sistem Peringatan Dini Iklim atau 'Climate Early Warning System' (CEWS) BMKG, Kadarsah, menjelaskan analisis hujan akumulasi dasarian menunjukkan bahwa beberapa wilayah mendapatkan curah hujan tinggi ( > 150 mm/dasarian) terjadi di pesisir bara Sumatera yakni di Sumatera Barat, Riau bagian Tengah, Jambi bagian barat, Muko-muko, Pekanbaru, Kampar, Kerinci, dan Belitung.

"Curah hujan tinggi juga akan turun di wilayah Jawa Tengah yakni Cilacap dan Semarang. Sementara di Kalimantan ada Kabupaten Kapuas Hulu dan Kota Samarinda, serta di Papua ada Kabupaten Sorong, Nabire dan Kota Mimika yang mendapatkan curah hujan tinggi," kata Kadarsah dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12).

Sementara itu untuk curah hujan kategori rendah (0 - 50 mm/dasarian) masih dialami Sumatera bagian tengah, pesisir utara Jawa Barat, DKI Jakarta, Situbondo, Banyuwangi, sebagian besar Sulawesi Tengah, Bombana, Kolaka, Ambon, Kairatu, dan Merauke.

Beberapa daerah diprediksikan akan mendapatkan akumulasi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

"Prospek curah hujan 10 hari ke depan, beberapa daerah diprediksikan mendapatkan akumulasi curah hujan sangat tinggi (>150 mm/dasarian) yaitu bagian barat Sumatera/Pesisir barat mulai Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian barat sampai Bengkulu, Bangka bagian utara, Belitung, Kalimantan Barat bagian barat, Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian Papua sekitar Pegunungan Jayawijaya," jelas Kadarsah.

Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal meminta daerah-daerah yang diprediksi berpotensi curah hujan tinggi harus mewaspadai potensi banjir pada daerah-daerah rawan banjir antara lain di sebagian besar Sumatera, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan sebagian kecil Papua.

Pemerintah daerah pun diharapkan sigap dengan menjemput informasi peta potensi banjir yang sudah disiapkan oleh BMKG dengan kerja sama berbagai pihak. Terlebih lagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, selama pertengahan Desember 2018 telah terjadi rentetan bencana antara lain: bencana longsor, kejadian puting beliung, dan banjir di beberapa lokasi. Bulan November lalu, tercatat 72 kejadian banjir, 74 bencana longsor, dan 77 kejadian puting beliung.

"Peta potensi banjir 10 harian yang lebih detail kini sudah disiapkan BMKG bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dirjen Sumber Daya Air (DJSDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," tegasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya