Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) memberikan kepada empat lembaga riset di bidang sosial sebagai pusat unggulan iptek (PUI).
Keempatnya adalah Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Pusat Penelitian Politik LIPI, Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Mitigasi Kebencanaan UGM (Gama-InaTek), dan Pusat Unggulan Iptek Mitigasi Bencana Tsunami dengan lembaga induknya Universitas Syiah Kuala.
Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo mengatakan bahwa ilmu pengetahuan mencakup segala hal. Baik itu sains, ilmu sosial, budaya dan sebagainya.
"Riset tidak hanya tentang teknologi dan sains. Ilmu sosial pun juga menggunakan riset. Keempat lembaga ini menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) karena hasil-hasil kajiannya sudah diimplementasikan secara nasional. Bahkan ada yang dipakai untuk skala internasional seperti Pusat Unggulan dan Inovasi Teknologi Mitigasi Kebencanaan UGM," kata Patdono usai menghadiri acara Apresiasi Lembaga Litbang 2018 yang diselenggarakan oleh Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti, Kemenristekdikti di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (13/12).
Untuk itu, Kemenristekdikti pun mengapresiasi para peneliti yang telah berkiprah dalam riset dan mengembangkannya, serta menghasilkan inovasi yang diserap industri.
Baca juga: MK Beri Tenggat 3 Tahun bagi DPR dan Pemerintah revisi UU Perkawinan
Patdono menjelaskan untuk mitigasi bencana, dari hasil penelitian dan kajian di daerah bencana lahirlah sistem peringatan dini (early warning system) untuk longsor seperti dilakukan UGM. Dari situ pun tercipta alat deteksi longsor yang sudah diakui dunia internasional. Kemudian di Aceh sudah memiliki metode mitigasi tsunami.
"Kemudian kajian ekonomi dan politik dari LIPI sudah mendapat pengakuan nasional," tambahnya.
Tidak sedikit hasil kajian ekonomi dan politik menjadi masukan untuk pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan.
Oleh sebab itu untuk menjadi PUI ini, hasil penelitian yang dikembangkan bukan penelitian ecek-ecek. Harus benar-benar bisa digunakan skala nasional dan membawa perubahan positif bagi pembangunan dan perekonomian bangsa.
Pada kesempatan sama, Direktur Lembaga Litbang Kemal Prihatman menambahkan Kemenristekdikti ikut mendampingi, memberikan insentif dan mengawasi lembaga litbang yang menjadi calon-calon Pusat Unggulan Iptek ini selama tiga tahun.
Pendampingan ini untuk mengawasi bagaimana lembaga litbang atau perguruan tinggi tetap konsisten pada riset yang dikembangkan menjadi inovasi dan bernilai ekonomi.
Pada kesempatan itu, Kemenristekdikti juga memberikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) berkinerja utama yakni, Provinsi Sumatra Selatan, Riau, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Timur, Kota Solok, Kota Magelang, Kota Sungai Penuh, Kota Makassar dan Kabupaten Malang.
Penghargaan juga diberikan kepada empat industri yang selama ini menggunakan hasil-hasil inovasi dari lembaga litbang. Yakni PT Soho Industri Farmasi, PT Martina Berto, PT Dexa Medica dan PT Pindad Persero.
Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan dokumen masterplan pembinaan Pusat Unggulan Iptek 2019-2021, penyerahan sertifikat akreditasi Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan 2018.
Dalam acara tersebut dihadiri ratusan peneliti dari berbagai lembaga litbang di seluruh Indonesia. Juga dipamerkan produk-produk hasil inovasi yang sudah dijual di pasaran. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved