Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati dalam menginvestasikan dana haji sehingga tidak mengalami kerugian. Investasi dana haji harus mampu memiliki nilai imbal hasil (yield) di atas inflasi dan nilai tukar.
Ia tidak menyarankan penempatan dana haji pada deposito. Imbal yang didapat dari deposito hanya berkisar 7% hingga 8% per tahun sehingga akan kalah oleh inflasi dan nilai tukar. Sementara itu, jika diinvestasikan di sektor infrastruktur, penambahan yang diperoleh bisa mencapai 15% per tahun.
Wapres menyarankan investasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi jemaah haji, tetapi juga bagi masyarakat luas. Itu antara lain sektor perkebunan sawit, energi (listrik), dan tol.
"Kenapa (tidak) tabungan haji untuk beli kebun sawit di Sumatra atau jalan tol, atau listrik? Semua itu bisa. Bagaimana agar dana haji ini bermanfaat, bukan hanya untuk jemaahnya," kata Kalla dalam Rapat Kerja Nasional BPKH di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, investasi dana haji di sektor infrastruktur juga akan lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan membangun perkampungan haji Indonesia di Mekah. Musim haji hanya berlangsung tiga bulan dan sembilan bulan sisanya lebih banyak orang yang menjalankan ibadah umrah.
Ia mengatakan orang yang berumrah tidak akan mau tinggal di perkampungan haji. Perkampungan haji bisa dipastikan berlokasi jauh dari Masjidil Haram.
Pada kesempatan itu Wapres juga meminta BPKH membicarakan dengan Menteri Agama antrean calon jemaah haji yang masa tunggunya hingga puluhan tahun. Ia menyebutkan, dengan jumlah antrean mencapai 4 juta calon jemaah haji, daftar tunggu yang digunakan seharusnya daftar tunggu nasional, bukan daftar tunggu kabupaten.
Dengan menggunakan daftar tunggu Kabupaten, lanjutnya, akan ada perbedaan waktu tunggu antara satu daerah dan daerah lainnya sehingga kurang adil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved