Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan merevitalisasi politeknik untuk mengejar ketertinggalan pengembangan perguruan tinggi vokasi. Revitalisasi bukan hanya dilakukan terkait dengan kurikulum, melainkan juga infrastruktur dan staf pengajar untuk menghasilkan lulusan vokasi berkualitas guna memenuhi tuntutan Revolusi Industri 4.0.
Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) Paristiyanti Nurwardani mengatakan, revitalisasi menyeluruh dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi luar negeri.
Selain itu, lima tahun terakhir Kemenristek-Dikti juga telah bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan pemerintah Kanada melalui pembentukan program Polytechnic Education Development Project (PEDP). Program PEDP difokuskan pada peningkatan kapasitas staf pengajar, kurikulum, serta bantuan pengadaan alat guna melatih keterampilan.
"Kami terbuka terhadap pihak yang ingin bekerja sama. Kami berharap politeknik kita semakin berkembang dan siap dengan perkembangan industri," kata Paris dalam diskusi bertema Harmonisasi politeknik dengan industri 4.0 di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, ada 34 politeknik yang mendapat bantuan PEDP dan 21 di antaranya menjadi model pembelajaran dan percontohan bagi politeknik lainnya. Sebanyak 3.499 mahasiswa politeknik juga telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya serta untuk menempuh pendidikan keprofesian dan mengikuti uji kompetensi.
Ia memastikan akan terus membangun kerja sama dengan pihak luar, salah satunya kerja sama dengan pemerintah Inggris yang dimulai tahun depan guna meningkatkan kualitas lulusan dan dosen di bidang bahasa Inggris.
Selain peningkatan kualitas, peningkatan kuantitas lulusan vokasi, terutama politeknik, juga terus ditingkatkan. Hal itu disebabkan berdasarkan studi lembaga riset internasional McKinsey Global Institute, pada 2030 Indonesia diperkirakan membutuhkan 115 juta tenaga kerja terampil, yang merupakan generasi dari bonus demografi.
Izin dipercepat
Untuk mempercepat pertumbuhan jumlah politeknik di Tanah Air, Kemenristek-Dikti akan mempercepat penerbitan izin pendirian politeknik. Saat ini penerbitan izin yang memerlukan waktu satu bulan akan dipangkas menjadi lima sampai 10 hari.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Zainal Arief mengungkapkan, untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur yang mengakibatkan PENS belum dapat menerima mahasiswa dalam jumlah lebih banyak, pihaknya akan melakukan perkuliahan jarak jauh (PJJ).
Meski diakui PJJ memiliki banyak kekurangan karena minim pertemuan, pihaknya tetap berupaya agar mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan yang bersentuhan dengan praktik keterampilan. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved