Presiden Apresiasi Peran Satpam Jaga Keamanan dan Ketertiban

Rudy Polycarpus
12/12/2018 20:10
Presiden Apresiasi Peran Satpam Jaga Keamanan dan Ketertiban
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo menilai peran penting satuan pengamanan (satpam) sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Sebab, kepolisian tetap memerlukan mitra untuk menjaga Indonesia yang sangat besar serta terdapat perkantoran dan pusat perbelanjaan yang sangat banyak. Ketika ada kesulitan, orang umumnya akan segera mencari satpam.

Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12).

"Setiap kita masuk ke kompleks, kantor, mal atal hotel, yang kita temui pertama itu bukan direkturnya, bukan manajernya. Orang yang kita temui pertama adalah saudara-saudara, anda semuanya satuan pengamanan, satpam," ujar Presiden di hadapan sekitar 300 anggota satpam.

Karena itu, sambung Jokowi, satpam adalah wajah paling depan dari sebuah perusahaan. Tak hanya harus siaga, anggota satpam juga harus bisa tampil ramah dan mampu menjelaskan. Tidak hanya itu, satpam juga berperan menjaga iklim usaha yang baik dengan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban.

Para investor, jelas mantan Wali Kota Solo itu, berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada.

"Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengingatkan pentingnya tenaga satpam meningkatkan kualitas kerja guna menghadapi perkembangan kejahatan dan ancaman keamanan. "Ini penting sekali. Juga harus dipikirkan bagaimana membekali para Satpam dengan peralatan-peralatan yang up to date, termasuk sertifikasinya," tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Budi Rianto berharap profesi satpam semakin dimuliakan, ada jenjang kariernya, serta semakin baik kesejahteraannya. Umumnya, personel satpam sekarang ini hanya menerima upah minimum provinsi.

Insentif yang biasanya diterima anggota satpam berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, terdapat 2,5 juta personel satpam yang terdaftar maupun yang bertugas di perumahan dan sektor informal.

Pad kesempatan itu, Jokowi berdialog dengan sejumlah personel satpam. Kepada Presiden, Faisal mengeluhkan mahalnya biaya sertifikasi profesi sekuriti.

"Berkisar Rp5-10 juta. Ini terlalu membebani kami," ujar Faisal.

Sertifikasi satpam dikeluarkan Polri. Presiden Jokowi sependapat bahwa harga tersebut mahal dan berjanji akan mengkaji persoalan tersebut.

Sementara itu, Yuda Sofyan bertugas di pusat perbelanjaan bercerita tangangan terberatnya menjalankan tugas ketika mal ramai sehingga risiko copet semakin besar. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya