Antikorupsi Masuk Kurikulum Pendidikan

(Dhk/Bay/H-3)
12/12/2018 06:40
Antikorupsi Masuk Kurikulum Pendidikan
(MI/ADAM DWI)

MULAI tahun ajaran baru 2019/2020, pendidikan antikorupsi masuk sebagai mata pelajaran dan mata kuliah di sekolah dan perguruan tinggi. Pencegahan secara sistematis melalui jalur pendidikan dinilai efektif.

Komitmen bersama itu ditetapkan sejumlah kementerian saat meneken nota kesepahaman (MoU) tentang Komitmen Implementasi Pendidikan Antikorupsi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin.

MoU itu melibatkan Kemendikbud, Kemenristek-Dikti, Kemenag, dan Kemendagri. Melalui kesepakatan itu, mereka diminta segera mempersiapkan kebijakan dan teknis.

"Kita berharap pencanangan ini bisa mengarahkan pendidikan kita lebih baik," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam Rakornas Pendidikan Antikorupsi 2018 di Jakarta.

Sesuai dengan kesepakatan, kewajban memberikan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi pada kurikulum di setiap jenjang pendidikan selambat-lambatnya dilakukan pada Juni 2019.

Menristek-Dikti M Nasir menjelaskan pendidikan antikorupsi akan menjadi salah satu mata kuliah dasar umum (MKDU) perguruan tinggi di Indonesia yang diajarkan ke mahasiswa. "Kita masukkan MKDU bersama pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara," katanya.

Kaum muda diharapkan bisa menyebarkan virus antikorupsi di lingkungan mereka. "Potensi mahasiswa besar seluruhnya ada 7 juta mahasiswa," sahut Nasir.

Di tingkat pelajar, pendidikan antikorupsi nantinya akan masuk program penguatan pendidikan karakter (PPK). "Salah satunya ialah masalah integritas. Itu pintu masuknya," kata Mendikbud Muhadjir Effendy.

Pendidikan antikorupsi krusial bagi generasi muda terdidik untuk membentengi mereka dari virus korupsi dan tidak merusak sendi-sendi bernegara.

Di sisi lain, Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof Djisman Simandjuntak mengingatkan kehadiran kecerdasan buatan di era revolusi industri 4.0 yang akan jadi ancaman sekaligus peluang generasi muda ke depan. Kecerdasan buatan akan menggantikan peran manusia di beberapa bidang pekerjaan.

"Itu memberikan waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk mengejar karier yang lebih kreatif dan menyenangkan," kata Jisman seusai melepas 925 wisudawannya di Jakarta.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya